Meraih Prestasi Melalui Kristus

Banyak cara untuk meraih prestasi. Kuncinya satu yaitu ketekunan. Dengan ketekunan, siapapun...siapapun dapat meraih prestasi. Bagaimana kita menggambarkan prestasi? biasanya prestasi digambarkan sebagai tercapainya target yang kita tetapkan. Setelah kita mencapai target tersebut, maka kita telah berprestasi.

Tetapi, melalui Kristus prestasi yang kita dapat bukan hanya tercapainya target tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita prestasi demi prestasi yang melampaui target kita.

Target yang terbaik dari yang terbaik yang akan kita dapatkan kalau kita dapat meraihnya melalui Kristus!

Selasa, 13 April 2010

Gletser Pecah di Peru, Sebabkan Tsunami di Andes

Lima (ANTARA/Reuters) - Gletser besar terpecah dan tercebur ke dalam danau di Peru, sehingga menyebabkan gelombang tsunami setinggi 23 meter, menghanyutkan tiga orang dan menghancurkan instalasi pengolahan air untuk melayani 60.000 warga setempat, kata pejabat setempat, Senin.
Bongkahan es tersebut jatuh ke dalam danau di Andes, Ahad, di dekat kota Carhuaz, sekitar 320Km utara dari Lima, ibukota Peru. Tiga orang dikhawatirkan terkubur oleh reruntuhan.
Penyidik mengatakan potongan es dari gletser Hualcan berukuran 500 meter kali 200 meter.
"Kejatuhan dalam danau menyebabkan gelombang tsunami, yang melewati bendungan danau setinggi 23 meter. Jadi tinggi tsunami setinggi 23 meter," kata ahli gletser Institut Insinyur Pertambangan Peru, Patricio Vaderrama.
Pemerintah setempat mengungsikan warga di ngarai pegunungan, karena khawatir terjadi kerusakan lanjutan.
Itu merupakan tanda-tanda yang nyata bahwa gletser mulai menghilang di Peru, tempat 70 persen dari lapangan es dunia. Ilmuwan mengatakan suhu hangat menyebabkan es meleleh dalam waktu 20 tahun.
Pada tahun 1970, gempa bumi menyebabkan terjadi longsoran es, bebatuan, dan lumpur di pegunungan Huascaran, yang mengubur kota Yungay, tak jauh dari Carhuaz, menewaskan lebih dari 20.000 orang yang tinggal di bawah puncak tertinggi di Peru, yaitu 6.768 meter di atas permukaan laut.

Sumber:
http://id.news.yahoo.com/antr/20100413/twl-gletser-pecah-di-peru-sebabkan-tsuna-bbfa48e.html

Menabur Kasih Menuai Kekekalan

Pro 19:20
(20) Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Saudara punya anak? Apa yang kita harapkan untuk anak2 kita? Tentunya yang terbaik bukan?! Kalo bisa mah juara, baik, nurut sama orang tua, cantik/kasep, pinter, yang paling penting....dapet jodoh yang sesuai dengan hati kita..menantu yang baik, bertanggung jawab. Apakah hal yang di atas yang kita harapkan? Sebagian besar atau seluruhnya pasti menjawab IYA (yang tidak menjawab IYA pasti yang belum menikah)

Tetapi tahukah saudara, bahwa jadinya anak2 kita adalah hasil dari didikan atau taburan nilai-nilai yang anak2 kita dapatkan pada sepanjang masa hidup kita. Dari kecil, remaja, sampai dewasa. Dan kita jadi seperti sekarang adalah karena didikan orangtua, didikan lingkungan kita, didikan pada saat kita menghadapi masalah. Apa yang kita dapatkan pada saat kita menghadapi masalah???? Proses berpikir. Dan proses berpikir membentuk opini diri. Inilah yang akan membentuk jati diri kita masing-masing. Demikian juga anak-anak.

 Jadi, dengan kata lain...kalau kita menabur benih yang ’tepat’ maka diharapkan anak-anak kita akan menjadi bijak.

Waktu efektif kita kalau dihitung dari jam 6 pagi sampai 10 malam hanya 16 jam. Sebagian besar waktu anak-anak kita terdidik di SEKOLAH. 50% waktu anak-anak kita ada di sekolah (kalo normal)...anak dimarahin guru, diteken oleh teman-temannya,dapet nilai jelek,belon lagi sekarang teknologi makin canggih (handphone bb ”bau badan”). SEKALI LAGI, masalah yang kita hadapi membentuk opini diri yang berkembang menjadi jati diri.
(cerita sekolah, ada anak materialistis, ada anak calutak, ada anak pendiam)


2Co 9:6
(6) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

 Taburlah banyak-banyak selagi masih ada waktu.

Jangan dulu menuai, menabur dulu banyak-banyak. Kebanyakan kita pengennya langsung menuai, makanya anak-anak kita diikutin les banyak, belon lagi sekolah sekarang sampai sore hari. Katanya sabtu libur tetapi seringkali banyak acara juga di hari sabtu.
  1. Kenapa seringkali bisnis ga lancar karena pengen untung cepet, baru lancar 6 bulan udah naekin harga atau porsi dikurangin, atau baru sepi pelanggan belum diusahakan promosi yang lain sudah menganggap bahwa usaha kita ga akan jalan...ganti usaha cepet-cepet. makanya sering ada yang bilang "dulu kan jualan mie, koq sekarang jualan voucher?"
  2. Beribadahpun kita punya sikap yang salah. Pas diminta pelayanan atau diajakin ke gereja, kita bilangnya apa? "Tuhan kalau usaha saya lancar nanti, saya pasti ke gereja" atau "Tuhan kalau hutang saya dah beres, pasti saya akan melayani Tuhan sungguh-sungguh." Ingin menuai dulu baru menabur. seharusnya, menabur dulu saudara, datang kepada Tuhan membawa diri untuk dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup dan berkenan baru kita akan menuai.
Menabur kasih menuai kekekalan
Mat.25:32-46 => apa yang kita tabur akan menuai kekekalan. Inilah inti dari Firman Tuhan yang disampaikan pagi hari ini.
Apa yang harus kita tabur dalam hidup kita? KASIH.

1Th 3:12
(12) Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

Cerita tentang Yoshihiko Yamamoto. (dari kota nagoya, penderita hydrochepalus, keterbelakangan mental, dan Iqnya hanya 47. tetapi ada seorang guru bernama Takashi Kawasaki melihat kelebihan anak ini. Dapat membuat sketsa seperti negati film. Diarahkan untuk dapat diukir di atas bambu kemudian diikutsertakan dalam lomba...menang juara 1, kemudian saat ini...banyak perusahaan besar memesan ukiran bambu Yoshihiko Yamammoto untuk dijadikan hiasan di kantornya.)

Pesan cerita ini adalah Jadilah Takashi Kawasaki. Jadilah penabur kasih untuk saudara seiman kita, untuk keluarga kita. Belum terlambat untuk kita menabur kasih. Kalau selama ini kita menabur kebencian, kekerasan, jutek, ga pernah senyum, pemarah terhadap keluarga, teman kantor, tetangga MARI mulai saat ini, saya mengajak saudara untuk menabur KASIH. Jadilah penabur kasih di sepanjang waktu hidup kita.

Hidup di dunia

Apa itu iman?
“Tuhan plis dong jangan hujan, karena besok banyak kerjaan, ntar sakit gimana? Tapi kalaupun hujan trus banjir, saya percaya Tuhan kasih saya kekuatan”
itulah iman.
Iman itu bukan hanya sekedar menyembuhkan yang sakit dan memulihkan yang punya masalah saja.
Karena banyak yang sakit Tuhan tidak dengan segera menyembuhkan. Banyak yang kena masalah tetapi tuhan tidak pulihkan. Mengapa? Bukan karena allah kita tidak sanggup untk mengangkat masalah kita dan menyembuhkan penyakit kita atau bukan berarti kita kurang iman...berani gitu kita berkata pada saat seseorang punya masalah dan penyakit trus kita bilang ”kamu sih kurang beriman” berani gitu kita menghakimi seperti itu???? Ngga kan...
Kebenaran firman tuhan mengatakan bahwa :
  1. Kita hidup dalam dunia ini sebagai pendatang.1Pe 2:11
    (11) Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
  2. Kita hidup dalam dunia ini bukan untuk hidup nyaman dalam dunia tetapi untuk ikut menderita bersama Kristus. Karya Kristus di kayu salib itu bukan ditujukan supaya kita hanya menikmati berkat Tuhan mengalir...tanpa masalah, sakit penyakit. Karena Firman Tuhan mengatakan kita sebagai pendatang, dan apabila kita mengumpulkan harta dalam dunia ini maka pada saat Tuhan panggil apakah harta itu akan kita bawa serta???? Apakah harta kita itu akan memperkaya kita di surga???? Tidak bukan????!!!!!! Saya setuju apabila ada dari saudara mengatakan bahwa janji Tuhan untuk kita hidup berkelimpahan..saya sangat setuju. Tetapi, apakah berkelimpahan itu???? Apakah definisi berkelimpahan???? Apakah hanya berhubungan dengan harta???? Saya rasa tidak....karena saya melihat banyak anak Tuhan yang hidupnya biasa2 saja....apakah saudara berani bilang bahwa mereka kurang beriman???? Apakah saudara berani bilang kalau mereka tidak diberkati??? Tidak mengalami kelimpahan???? Tentu tidak... apa definisi berkelimpahan???? Saya percaya ada definisi yang lain selain berhubungan dengan harta atau materi. Saya percaya berkelimpahan yang dimaksud di sini adalah sekali lagi bukan hanya berhubungan dengan harta benda saja tetapi justru dalam kondisi kita yang tertekan kita akan mengalami kelimpahan dari Tuhan. Gimana caranya???? Apa yang berkelimpahan???? HATI KITA YANG BERKELIMPAHAN...berkelimpahan apa???? Syukur. INI YANG DICARI BANYAK ORANG. Yang dicari orang bukan harta, yang dicari orang adalah hati yang penuh damai, sukacita, hidup bahagia dengan keluarga, hidup damai dengan semua orang sekalipun mungkin kita hanya makan nasi dengan ikan asin saja. Mungkin kita menjadi seorang tukang becak, atau tukang bakwan tetapi kita dapat berkelimpahan kalau hati kita dipenuhi rasa syukur, damai sejahtera, sukacita yang dari Allah.

sekarang, bagaimana caranya supaya kita berkelimpahan?
Mat 25:29
(29) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
1Th 3:12
(12) Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
2Co 9:6
(6) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Matius 25 berbicara tentang talenta. Saya akan menganalogikan talenta adalah berkat yang kita terima. Inti cerita ini adalah apabila kita ingin talenta yang Tuhan kasih berlipat maka kita harus mengusahakannya . Mengusahakan itukan artinya mempergunakan, memberikan untuk diusahakan. Kalau kita pelit, dengan kita berpikir “kalau aku pakai untuk modal nanti berkurang dong” yang terjadi adalah kita tidak akan maju-maju, hanya segitu segitu saja. Artinya talenta itu harus diberikan, harus direlakan kalau mau berlipat.

2 Korintus 9:6 mengatakan dengan lebih jelas lagi. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga. Demikian juga sebaliknya. Menaburnya kemana? 1 Tesalonika 3:12 Menabur KASIH.

Oleh karena itu, marilah kita menyadari bahwa :
1. Kita ini hanya pendatang
2. Tuhan tidak janjikan kita untuk hanya sekedar menikmati berkat Tuhan tetapi Tuhan inginkan kita untuk 
    membagikan berkat Tuhan kepada saudara seiman, sesama kita.
3. Jadilah penabur2 di akhir jaman ini..supaya kita menuai sesuatu yang kekal dalam hidup kita.

Jumat, 26 Maret 2010

JANGAN MENGHAKIMI - Ps. Ronny Daud Simeon

JANGAN MENGHAKIMI - Ps. Ronny Daud Simeon
Bagikan
Rab pukul 9:04
Kecenderungan manusia yaitu sadar atau tidak sadar mau menghakimi orang lain, dan kita tidak mau orang lain menghakimi kita. Didalam Matius 7:1-5 mengatakan: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi, dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Ada 4 hal yang tidak boleh disentuh kita yaitu:

1. Kemuliaan Tuhan. Jika Anda dipakai Tuhan lebih lagi, biarlah segala pujian dan hormat hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Jika Anda mendapat berkat, semua itu hanya karena Tuhan, dan hanya untuk Kemuliaan Tuhan saja. Jangan mencuri kemuliaanNya.

2. Persepuluhan. Itu milik Tuhan. Setialah mempersembahkan persepuluhan. Tuhan akan membuka tingkap langit, banjir berkat Tuhan.

3. Biji Mata Tuhan. Anda adalah biji mata Tuhan. Anda sungguh berharga dimataNya. Jadi tidak ada yang bisa menyentuh Anda dari tanganNya.

4. Penghakiman Tuhan. Itu sepenuhnya hak Tuhan. Begitu banyak orang menghujat para pemimpin mereka dengan tanpa etika begitu seenaknya mengatai para pemimpin.Lihatlah diri Anda terlebih dahulu, supaya Anda juga tidak menghakimi. Menilai orang lain boleh. Tetapi menghakimi sama sekali tidak boleh!

Kita akan melihat bagaimana dalam menilai seseorang yaitu:

1. Apakah kita merasa nyaman dengan menilai seseorang dan penilaian itu dikembalikan kepada kita dan kita tidak merasa nyaman, itu berarti kita sudah menghakimi orang itu. Oleh sebab itu, kita yang sudah disebut sebagai orang-orang benar didalam Tuhan, harus bertindak hati-hati didalam bertutur kata dan bersikap kepada orang lain. Ketika Anda menilai orang lain, dan jika dikembalikan kepada Anda dan Anda merasa nyaman, itu berarti bukan menghakimi, tetapi menilai.

2. Ketika memberikan penilaian, apakah kita sudah menilai dengan menimbang positif dan negatifnya? Jika cuma negatif saja, maka itu menghakimi. Menilai harus secara utuh, bukan cuma melihat kelemahan saja. Ingatlah kebaikan-kebaikan orang lain saja bukan menyoroti kekurangannya. Jangan pernah melupakan orang yang telah berjasa atau orang yang pernah melakukan hal-hal positif untuk kemajuan sesuatu. Hati-hati dengan dosa generasi adalah: a. Tidak menghormati generasi diatasnya (otoritas diatasnya) konsekwens logisnya menganggu masa depan, berkat terhalang. Contoh: menghormati ortu, pemimpin-pemimpin rohani. b. Dosa acuh tak acuh, tidak menghargai generasi berikutnya, acuh tak acuh terhadap jiwa-jiwa yang berdosa. C. Dosa tidak menyiapkan generasi berikutnya, sehingga tidak berhenti, ada tongkat estafet.

Perhatikan keseimbangan di dalam menilai seseorang, karena orang pasti ada kelebihan-kelebihannya. Ketika menilai seseorang melihat kelebihannya, puji mereka, berikan apresiasi. Jika tidak dalam keadaan keseimbangan, berarti Anda sedang menghakimi, dan Tuhan sangat tidak suka, ini sangat melukai hati Tuhan. Saat hubungan kita kurang intim dengan Tuhan, kita bisa cepat menyalahkan orang lain.

Apakah kita jatuh dalam sikap kemunafikan? Apakah Anda sudah jujur dengan diri Anda? Di dalam zaman Yesus ada 7 macam Farisi salah satunya Farisi berdarah, yang paling dibenci Tuhan, Suka bawa kitab tebal, dan berjalan lambat, memakai jubah, pakai sepatu khusus, menegakkan kepala, munafik, tidak jujur terhadap dirinya, memandang rendah orang lain. Jika kita banyak kekurangan, berhati-hatilah untuk menilai orang lain. Mudah membicarakan orang lain, kalau dikembalikan pada diri Anda, Anda bisa malu sendiri kepada Tuhan.

3. Apakah kita mengharapkan dan percaya bahwa orang lain bisa berubah lebih baik lagi? Berharaplah orang lain itu pasti bisa berubah lebih baik. Jangan pernah menaruh stempel pada seseorang. Padahal Tuhan bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik lagi. Salah satu karakteristik orang benar adalah tidak suka menghakimi. Jangan sampai jatuh kepada dosa penghakiman. Seseorang yang diubahkan, pasti bisa dewasa.

4. Apakah kita cuma menilai sikap lahiriah seseorang, tanpa melihat motivasi tersembunyi di dalam orang itu. Siapa yang tahu isi hati seseorang? Hanya Yesus.

Tahanlah mulut Anda! Jangan menghakimi orang lain. Langkah yang harus Anda ambil: Mengampuni orang-orang yang pernah Anda hakimi, siapapun dia. Akui dosa kita secara spesifik kepada Tuhan, pengampunan Tuhan akan datang. Ucapkan kerinduan Anda agar dibebaskan terhadap pengaruh penghakiman supaya tidak ada hukuman akibat penghakiman itu, selesaikan dengan bersih, detail, hancurkan kuasa penghakiman di dalam nama Yesus, usir roh penghakiman dari hidup Anda, mengambil langkah pemulihan dengan orang-orang yang pernah dihakimi. Tuhan memulihkanmu (JEA)

Rabu, 10 Maret 2010

kasus facebook lagi nih...hati2 kalo nulis sesuatu yah...

Keluarga Ningsih Panik akibat Kasus Facebook
Rabu, 3 Februari 2010 | 09:52 WIB
(AP/Russel A. Daniels)


GORONTALO, KOMPAS.com - Tri Wahyu Ningsih, mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengaku keluarganya panik ketika merespons kasus pencemaran nama baik melalui jejaring pertemanan facebook, yang melibatkan namanya di media massa.

"Begitu saya diwawancarai langsung oleh salah satu televisi swasta nasional, orangtua, om, dan tante saya langsung menelepon saya dengan nada panik," kata gadis berkulit putih yang masih tercatat sebagai mahasiswa semester V, Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Fakultas Sastra dan Budaya UNG, itu di Gorontalo, Rabu (3/2/2010).

Dirinya juga tidak menyangka bahwa kasus yang menyeret namanya sebagai saksi atas laporan pencemaran nama baik seorang anggota kepolisian itu mendapat perhatian sebegitu besar dari publik.

"Saya juga sempat panik karena persoalan pribadi ini sudah telanjur diketahui orang banyak," kata dia.

Nama Ningsih mulai mencuat ketika dirinya diperiksa Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo karena laporan Brigadir Dua (Bripda) Rahmat Pongoliu, anggota polisi yang sehari-hari bertugas di Bidang Penanggulangan Narkoba Polda Gorontalo.

Rahmat merasa namanya dicemarkan, baik secara pribadi maupun sebagai anggota polisi, karena status dan komentar dalam akun Facebook milik Ningsih pada 12 Januari 2010 sekitar pukul 00.30 WITA, yang menuliskan kata-kata kasar dan kotor yang ditujukan kepada dirinya.

Namun, Ningsih bersikukuh bahwa status dan komentarnya di Facebook itu bukan dia yang menulis, melainkan dilakukan oleh Aidin Lahabu, mantan kekasihnya, karena cemburu kepada Rahmat.

"Sore hari sebelum status dan komentar itu beredar, saya memang sempat bertengkar dengan Aidin. Dia tidak terima saya putuskan," ujar Ningsih.

Adapun soal akun Facebok miliknya yang digunakan Aidin untuk mengata-ngatai Rahmat itu, lanjutnya, terjadi karena dirinya memang sudah cukup lama memberikan kata kunci untuk membuka akun tersebut.

"Saya sama sekali tidak menduga bahwa Aidin akan menggunakannya untuk hal yang tidak benar," ujar Ningsih yang juga mengklarifikasi bahwa hubungan antara dirinya dan Bripda Rahmat hanya sebatas teman biasa. Anggota polisi itu adalah kakak kelasnya ketika masih di SMA dulu.

Saat diperiksa penyidik Ditreskrim Polda Gorontalo pada Jumat (29/1/2010), Ningsih membawa serta rekannya, Etika Mega Jingga, yang turut memberikan kesaksian bahwa pelaku pencemaran nama baik itu bukan Ningsih, melainkan Aidin.

Polda Gorontalo dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah saksi dari pihak pelapor dan menyusul Aidin Lahabu sebagai calon tersangka.

"Jika benar Aidin yang melakukannya, dia akan kami kenakan pasal pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," ujar Brigadir A Djufri, penyidik Ditreskrim Polda Gorontalo, beberapa waktu lalu.
Saya sama sekali tidak menduga bahwa Aidin akan menggunakannya untuk hal yang tidak benar.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/02/03/0952187/Keluarga.Ningsih.Panik.akibat.Kasus.Facebook

Jumat, 05 Maret 2010

CANDU ITU BERNAMA MOTIVATOR

CANDU ITU BERNAMA MOTIVATOR


Oleh: Paulus Winarto*

“Saya mau ikut seminar motivasi biar hidup saya berubah,” ujar seorang pemuda penuh semangat saat akan berangkat menghadiri sebuah seminar motivasi yang diklaim bisa membawa terobosan hidup. Benarkah hidup akan berubah dengan mengikuti sebuah seminar? Tentu saja tidak! Sebab perubahan hidup dinilai dari hasil bukan sekedar tahu atau bersemangat sesaat.

Maksud saya begini, tiap minggu, sebagai orang beriman kita senantiasa pergi ke rumah ibadah. Mendengar khotbah atau nasihat-nasihat kehidupan yang berharga. Pada saat itu, hati kita kerap terbakar, tersentuh atau bergelora. Tapi sebulan kemudian, apa yang terjadi? Apakah perasaan itu masih ada? Apakah pengetahuan yang kita dapatkan tempo hari membuat hidup kita berubah? Belum tentu!

Sebuah event sebagus apa pun, hanya menjadi momentum awal bagi perubahan hidup. Event akan menantang kita berubah karena sebuah event bisa membuat kita tersadar mengenai pola pikir, pola perilaku atau pola tindakan yang keliru. Dan yang harus kita ingat, hanya karena kita tahu atau merasakan sesuatu, tidak berarti kita berubah.

Sebagai seorang pembicara, saya kerap melihat ada orang-orang tertentu yang dalam istilah saya seminaris atau hobinya dari seminar ke seminar. Misalnya ada yang hobi ikut seminar entrepreneurship dari beberapa tahun silam namun beberapa bulan lalu bertemu saya, masih saja ia belum memulai bisnis. Ada juga yang hobi ikut seminar motivasi tapi hidupnya tetap sama saja. Mereka ini ibarat orang yang kecanduan seminar motivasi. Ada juga yang seperti kecanduan seorang motivator. Ia senantiasa hadir dalam seminar sang motivator tersebut, meski topik yang dibahasnya sama-sama saja. Pertanyaan paling penting, apakah orang-orang seperti ini kemudian berubah hidupnya? Tidak selalu!

Perubahan membutuhkan sebuah proses penuh perjuangan plus pengorbanan. Kesediaan untuk membayar harga secara penuh dituntut dalam sebuah proses perubahan sejati. Itulah sebabnya saya sering berkata, perubahan itu sifatnya personal. Tidak ada orang lain yang bisa mengubah Anda, jika Anda tidak mau. Situasi atau kondisi, bahkan motivator kelas dunia pun hanya menjadi semacam stimulus bagi perubahan Anda. Namun, keputusan untuk berubah ada di tangan Anda.

Namun jika Anda serius ingin berubah, tanpa ikut seminar motivasi pun Anda bisa berubah. Mengapa? Keinginan serta motivasi dari dalam diri Anda (motivasi internal) selalu jauh lebih baik daripada Anda menunggu dimotivasi oleh situasi, kondisi atau motivator sekaliber apa pun.

Contonya begini, jika dokter memberitahu Anda bahwa Anda menderita kanker tertentu dan usia Anda paling maksimal hanya 2 bulan lagi, saya percaya dalam waktu dua bulan itu Anda akan melakukan hal-hal terbaik dan terpenting dalam hidup Anda. Misalnya, menjadi ayah dan ibu yang baik juga melakukan hal yang menjadi kerinduan hati Anda, seperti menulis buku. Saya pernah mendengar kisah seorang tokoh terkenal yang justru menulis buku di akhir hayatnya, dalam keadaan sakit dan terbaring di rumah sakit. Dalam waktu sekitar enam bulan terakhir hidupnya itu, ia berhasil merampungkan sebuah buku. Semua itu dilakukannya tanpa perlu hadir dalam seminar motivasi karena ia mempunyai motivasi internal yang sangat kuat!

Tolong dipahami, saya sama sekali tidak anti seminar atau motivator. Sama sekali tidak! Bagaimana mungkin saya anti hal tersebut? Saya sendiri sejak tahun 2002 menulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Saya memperdalam ilmu pengembangan diri dan kepemimpinan dari guru kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell. Artinya ilmu tersebut menarik bagi saya dan akan betul-betul berguna jika dipraktekkan secara konsisten. Saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai motivator! Publik yang memberikan sebutan itu. Baik secara lisan, lewat plakat atau pun sertifikat tanda terima kasih karena saya telah berbicara di sebuah institusi atau lembaga.

John C. Maxwell sendiri mengatakan ada 2 macam motivator. Yang pertama adalah motivational speaker. Ia mampu membakar semangat Anda sehingga pada saat seminar Anda merasa harus membuat komitmen ini - itu namun keesokan harinya Anda bingung sendiri dan tidak tahu apa yang harus Anda lakukan agar hidup Anda berubah. Yang kedua adalah motivational teacher. Ibarat seorang guru handal, ia tidak hanya menyemangati Anda tapi juga mengajarkan cara-cara bagaimana Anda mencapai impian atau merubah hidup Anda. Ia ibarat seorang tour guide handal. Beruntunglah Anda jika Anda menjumpai atau dibimbing oleh orang semacam ini sebab ia memberikan Anda peta jalan di saat Anda penuh gairah untuk menempuh perjalanan sukses Anda. Peta jalan itu sangat penting agar Anda tidak tersesat.

Saya juga amat prihatin karena beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan orang yang berani menyebut diri mereka sebagai motivator. Dipajang dengan keren di kartu nama, dsb. Ini memang menarik namun dilema. Menarik karena kehadiran para motivator terkadang bisa membawa angin segar untuk memulai perubahan. Dilema karena banyak di antara motivator yang sebenarnya hanya jago omong. Mereka ibarat travel agent, bukan tour guide. Travel agent memberikan Anda tiket dan menjelaskan paket wisata yang Anda beli namun belum tentu ia pernah ke tempat-tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Kalau tour guide, ia pasti pernah ke sana dan ia tahu jalan menuju sana dan ia bersedia membimbing Anda menuju ke sana.

Lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit yang menjadi motivator hanya karena tergiur dengan besarnya tarif bicara para motivator alias speaking fee. “Menjadi motivator adalah panggilan hidup, bukan profesi,” ujar seorang teman motivator yang aktif dalam pelayanan sosial. Ia sering tampil memberikan motivasi tanpa dibayar satu rupiah pun, bahkan kerap kali ia harus menanggung sendiri semua biaya transportasi dan akomodasi. Salut!

Sekarang, semuanya terpulang kepada Anda. Berubah karena memiliki motivasi internal yang kuat ataukah harus menunggu bertemu seorang motivator?

* Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa. Sejumlah bukunya masuk dalam kategori best seller (al: First Step to be An Entrepreneur, Reach Your Maximum Potential, Be Strong, Melejit di Usia Muda dan The Power of HOPE). Ia banyak menimba ilmu kepemimpinan dari guru kepemimpinan internasional, Dr. John C Maxwell. Guru marketing Hermawan Kartajaya menjuluki Paulus sebagai “manusia kompleks”. Paulus dapat dihubungi melalui e-mail: pwinarto@cbn.net.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau www.pauluswinarto.com.



Senin, 01 Maret 2010

Hachiko Monogatari - Kesetiaan seekor anjing

Hachiko Monogatari - Kesetiaan seekor anjing
Submitted by admin01 on 13 October, 2009 - 23:38.
Editted by admin01 on 13 October, 2009 - 23:40.

* Anjing
* Hachiko
* Kesetiaan

Source:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2571361

Hachiko MonogatariDi Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.

Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."

"Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!"
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.



Salam,
Tim DakiUnta.Com

Sabtu, 20 Februari 2010

Khawatir Dampak Facebook, Kepala Sekolah di Depok Gelar Pertemuan

Rabu, 10 Februari 2010 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Depok - Situs jejaring sosial facebook yang banyak diakses pelajar di Depok membuat Dinas Pendidikan kota Depok merasa perlu melakukan pertemuan khusus dengan seluruh kepala sekolah guna membahas hal ini. Apalagi dalam razia yang dilakukan wali kota Depok, Nur Mahmudi Ismail pada Selasa lalu ditemukan beberapa pelajar yang sengaja membolos dari sekolah hanya untuk datang ke warung internet guna mengakses akun facebook.

Nur menegaskan, dirinya tidak pernah melarang keberadaan situs yang diciptakan oleh Mark Zuckenberg tersebut. Tetapi, ia berharap agar situs tersebut dimanfaatkan sesuai prosedur. “Facebook bisa bermanfaat untuk sarana untuk mempererat silaturahmi, tetapi penggunaannya juga harus dilakukan secara bijak,” ujarnya, Rabu (10/2).

Untuk mencegah banyaknya siswa yang membolos hanya untuk datang ke warnet, Nur mengusulkan perlunya dibuat atau kesepakatan antara Dinas pendidikan dengan para pengelola warnet. Kesepakatan tersebut akan mengatur para pengelola warnet agar tidak mengizinkan pelajar mengakses internet pada jam-jam sekolah..

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Farah Mulyati menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan surat edaran kepada para pengelola warnet di Kota Depok, terutama warnet-warnet yang berada di dekat sekolah. “Kalau MOU mungkin belum, tetapi dalam waktu dekat kita akan kirim surat edaran ke pengelola warnet,” ujarnya.

Sebagian besar kepala sekolah yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik surat edaran yang akan dibuat oleh Dinas Pendidikan. Apalagi para kepala sekolah melihat bahwa sebagain besar murid memiliki akun facebook.

Kepala Sekolah SMP Permata Bunda Cinere, Esther mengatakan bahwa hampir seluruh muridnya memiliki akun facebook. Untuk melakukan pengawasan terhadap para murid, maka ia dan seluruh guru juga memiliki akun facebook. ”Saya dan semua guru juga buka akun facebook, jadi kita bisa kontrol mereka,” ujarnya kepada Tempo, Rabu (10/2).

Menurut Esther, aktivitas para muridnya dalam situs ini terbatas pada memberikan ucapan motivasi atau semangat. Meski demikian, jika ada salah seorang muris yang terlihat menggunakan akun ini untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab atau mengeluarkan kata-kata kotor, maka guru tidak segan-segan untuk memberikan teguran.

Esther menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melarang para murid memanfaatkan situs ini, tetapi juga tidak pernah menganjurkan. “Yang penting bagi kita, para murid menggunakan etika dalam memanfaatkan situs ini,” katanya.

Sebelum adanya pertemuan ini, Esther mengaku sekolahnya telah melakukan pengawasan terhadap kegiatan murid dalam memanfaatkan internet. Salah satunya adalah dengan pemblokiran situs-situs tertentu di komputer sekolah. Selain itu, setiap pelajaran komputer, ada dua guru yang mengawasi proses belajar mengajar. Para murid juga tidak diperbolehkan untuk mengaktifkan ponsel mereka pada jam belajar.


Tia Hapsari

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/02/10/brk,20100210-224911,id.html

Keluarkan Siswa dari Sekolah Akibat Facebook Dinilai Berlebihan

Minggu, 14 Februari 2010 | 13:07 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Sumatera | ShareThis

TANJUNGPINANG | SURYA Online - Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Suryatati A Manan, menilai tindakan pihak sekolah yang mengeluarkan empat siswa lantaran menghina gurunya melalui situs jejaring sosial “facebook” terlalu berlebihan.

“Pihak sekolah sepertinya terlalu berlebihan, anak-anak tersebut juga punya hak untuk belajar,” kata Suryatati usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Jalan Merdeka Tanjungpinang, Minggu (14/2/2010).

Menurutnya, seharusnya anak-anak tersebut dibina terlebih dahulu sebelum ada tindakan terakhir yang dilakukan oleh pihak sekolah. “Saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang,” kata Suryatati.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, mengaku belum mengetahui permasalahan adanya empat siswa SMA 4 Kota Tanjungpinang yang dikeluarkan dari sekolah karena menghina seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor melalui facebook.

“Saya akan cek dulu, nanti saya akan panggil Wali Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ahadi, menilai tindakan sekolah mengembalikan empat orang siswanya kepada orang tua sudah sesuai aturan.

“Kami menilai tindakan yang diambil pihak sekolah sudah sesuai aturan dan kami mendukung tindakan yang diambil pihak sekolah untuk mengembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya,” kata Ahadi.

Empat orang siswa SMA 4 Tanjungpinang yang melakukan penghinaan terhadap seorang guru pelajaran keterampilan tersebut dinilai sudah berlebihan dengan melakukan posting di facebook. “Mereka tidak tahu akibat tindakan mereka itu tersebar luas di dunia maya yang menyebabkan guru tersebut merasa terhina,” ucapnya.

Ahadi juga mengatakan, dalam tata tertib sekolah sudah dijelaskan seluruh aturan-aturan yang berlaku dan sudah disepakati bersama pihak sekolah dengan orang tua siswa.

“Seluruh guru juga sepakat untuk mengembalikan mereka kepada orang tuanya, karena tindakan mereka bukan sekali itu saja melakukan tindakan yang tidak pantas, kalau sekali mungkin masih diberikan teguran atau surat peringatan,” katanya.

Tindakan yang diambil tersebut menurut dia juga sebagai pembelajaran kepada siswa, agar anak-anak didik tersebut tertib dan mempunyai sopan santun terhadap guru.

“Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya,” jelas Ahadi.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang, Yose Rizal menyebutkan, kata-kata yang ditulis siswanya tersebut di jejaring sosial “facebook” sudah menyebut sesuatu yang sensitif bagi seorang perempuan.

“Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu,” ungkapnya.

sumber : http://www.surya.co.id/2010/02/14/keluarkan-siswa-dari-sekolah-akibat-facebook-dinilai-berlebihan.html

Kamis, 18 Februari 2010

Profesor Tersandung Plagiat, Unpar Minta Maaf

Profesor Tersandung Plagiat, Unpar Minta Maaf

by Umi Kalsum - Kamis, 18 Februari

Prof Anak Agung Banyu Perwita

VIVAnews - Universitas Khatolik Parahyangan Bandung menyampaikan permintaan maaf atas tindakan plagiarisme yang telah dilakukan salah satu dosennya, Profesor Anak Agung Banyu Perwita. Permintaan maaf itu disampaikan secara tertulis dalam pernyataan resminya.

“Yayasan Universitas Khatolik Parahyangan dengan ini menyampaikan penyesalan dan mohon maaf atas terjadinya tindakan plagiarisme yang dilakukan Profesor Anak Agung Banyu Perwita, PhD," kata Rektor Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Cecilia Lauw, Rabu 17 Februari 2010.

Sekali pun tindakan tersebut merupakan tanggung jawab dirinya Banyu, pihak kampus menilai tetap harus meminta maaf karena saat kasus itu terjadi Banyu masih berstatus dosen tetap.

Selain itu, kata Cecilia, pihaknya juga menyadari, tindakan plagiarisme yang dilakukan Banyu ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi yang berada di Jalan Ciumbuleuit Bandung itu.

“Ini menjadi pelajaran untuk mawas diri seraya mewujudkan peningkatan integritas keunggulan akademik dan etik, keserasian antara identitas yang disandangnya dengan aktivitas yang dilakukannya, serta kesepadanan antara apa yang diajarkan dengan apa yang dikerjakan,” katanya.

Universitas Khatolik Parahyangan Bandung akhirnya memberhentikan Anak Agung Banyu Perwita sebagai dosen di perguruan tinggi itu. Keputusan ini diambil setelah Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan menggelar rapat pada Selasa malam.

“Pengurus Yayasan Khatolik Parahyangan menerima pengunduran diri Anak Agung Banyu Perwita sebagai dosen tetap,” ujar Cecilia.

Menurut Cecilia, pemberhentian ini sebagai respon atas surat pengunduran diri Banyu yang sudah diajukan kepada rektor pada tanggal 8 Februari lalu. “Pengunduran diri ini diajukan dengan sadar sebagai pertanggungjawaban atas kesalahannya melakukan tindakan plagiarisme,” ujar Cecilia.

Dengan begitu, kata dia, terhitung sejak tanggal 16 Februari 2010, Banyu tidak lagi memiliki hubungan kerja dengan Yayasan Universitas Khatolik Parahyangan. “Pemberhentian ini akan segera dilaporkan ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional,” katanya.

Kasus plagiarisme yang dilakukan Banyu ini mencuat setelah artikelnya berjudul “RI as a new middle power?” yang dimuat di harian The Jakarta Post ternyata sama dengan artikel yang ditulis Carl Ungerer, peneliti asal Australia. Tulisan Ungerer berjudul “The ‘Middle Power’ Concept in Australian Foreign Policy” diterbitkan dalam Australian Journal of Politics and History: Volume 53, Number 4, 2007. Harian ini lalu mencabut artikel itu.

Laporan: BAR | Bandung

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100217/tpl-profesor-tersandung-plagiat-unpar-mi-fa55e98.html

Rabu, 17 Februari 2010

Tata tertib untuk dilanggar atau dipatuhi?!

Tiap sekolah, tiap perusahaan atau instansi manapun juga pasti memiliki tata tertib. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah tata tertib dibuat untuk dilanggar atau dipatuhi? atau lagi, dipatuhi karena takut ada sanksinya? Ironis memang apabila kita menjumpai siswa atau anak buah tidak mematuhi tata tertib yang ada. Ironisnya adalah "sudah tau gak boleh...koq tetap dilakukan?"

Apa itu tata tertib? Tata tertib adalah sederetan peraturan yang harus kita patuhi supaya menjadi tertib. Peraturan juga dibuat supaya tidak ada perlakuan istimewa atau ketidakadilan. Dengan kata lain, siapapun yang melanggar aturan...atasan sekalipun akan mendapatkan sanksi. Tetapi mengapa masih ada yang melanggar?

Beberapa alasan yang sempat mampir di dalam pikiran adalah:
  1. Karena tidak ada yang mengawasi. Kebanyakan peraturan dilanggar adalah karena tidak ada orang yang mengawasi. Atau karena tidak ada evaluasi atau inspeksi rutin yang dilakukan dewan direksi atau pihak yang berwenang. Jadi, kita pikir karena tidak adanya inspeksi kita berkata "mungkin si bos sudah lupa dengan peraturan yang satu itu.."
  2. Tergoda. Perangai manusia dibelahan bumi manapun selalu penasaran....punya keingintahuan yang besar atas sesuatu hal yang tidak atau belum diketahuinya..termasuk melanggar peraturan. Untuk membuktikan keingintahuan kita adalah dengan cara melihat rekan kita sendiri melanggar peraturan...kita akan menantikan dengan sabar bagaimana reaksi pimpinan setelah mengetahui ada anak buahnya telah melakukan pelanggaran. Setelah ditunggu-tunggu...lho koq tidak terjadi apa-apa?! Lalu, kita sudah bisa menebak bukan apa yang terjadi?? kita coba juga untuk melakukan pelanggaran...toh temen aku tidak kenapa-kenapa koq....
  3. Dableg. Satu-satunya alasan adalah ingin dikeluarkan...dengan begitu dapat pesangon yang lumayan besar. Kalau di sekolah, sudah bosan bersekolah sehingga ingin pindah ke sekolah yang lain untuk mencari suasana baru. Sehingga si pelaku berpikir "daripada minta pindah lebih baik buat masalah sehingga dikeluarkan..:)" tentunya ini hanya sebuah lelucon yang tidak lucu sebenarnya. Tetapi, ada lho orang yang seperti itu. Sudah melakukan kesalahan dan dihukum tetapi masih saja melakukannya lagi...apa penyebabnya" satu kata yang menjelaskan semuanya DABLEG
Oleh karena itu, mandiri dong...jangan ikut apa kata orang. Orang terjun ke jurang, masa kita ikut terjun juga...tunjukkan bahwa kita ini adalah pribadi yang memiliki integritas...yang memiliki prinsip yang kita pegang teguh. Jadi, apakah tata tertib itu untuk dilanggar atau dipatuhi terserah kepada anda...apabila kita terbiasa melanggar tata tertib maka kita akan menuai apa yang kita lakukan. tetapi apabila kita mematuhi tata tertib yang ada maka kita akan menuai sesuatu yang baik dalam kehidupan kita saat ini dan yang akan datang.


Rabu, 10 Februari 2010

Bertindak Hati-hati

Yos 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Saya membaca koran PR hari ini dengan badan agak penat dengan segala 'permasalahan' yang terjadi di kantor, dan saya tertarik (terkejut) dengan sebuah berita di halaman utama yang menceritakan tentang seorang dekan yang mengundurkan diri dari jabatannya dari sebuah perguruan tinggi swasta ternama di kota Bandung. bahkan, gelar profesor yang disandangnya terancam dicopot.

Padahal, beliau sempat dibanggakan karena dapat meraih gelar profesor pada usia yang relatif muda (+/- pada usia 41 tahun). Ada apa gerangan? menurut beliau karena kecerobohan. Kecerobohannya adalah lupa mencantumkan daftar pustaka atau daftar kutipan dari sebuah artikelnya yang dimuat disebuah surat kabar.

Kecerobohan dapat menimpa siapa saja. seharusnya peristiwa di atas menjadi cermin bukan cemoohan, karena siapa tahu kita pun sedang diambang kecerobohan kita dalam berkata-kata dan mengambil tindakan. Firman Tuhan menasehatkan kita untuk bertindak hati-hati. karena kalau tidak, segala keberuntungan dan keberhasilan tidak akan mengikuti kita.

Karena, segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita adalah anugrah. Jadi tidak layaklah kita apabila kita mengatasnama diri kita sendiri berbangga atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita. Rasa tinggi hati ini biasanya timbul karena kita merasa kita punya kuasa atas sesuatu, punya posisi, atau dekat dengan orang tertentu sehingga tanpa sadar ...tanpa sadar kita telah bertindak melampaui batas. Biasanyalah inilah yang menyebabkan kita jatuh. rusak susu sebelanga oleh sebuah nila setitik.

Oleh karena itu, perhatikan omongan kita. perhatikan tingkah laku kita. perhatikan keputusan yang kita ambil...karena salah bertindak akan berakibat fatal.

Tuhan memberkati.

Jumat, 05 Februari 2010

GREAT SERVANT GREAT SUCCESS

Oleh: Paulus Winarto*

If you want to be great, you must be the servant of all the others.

- Son of Man

Melayani dan melayani. Kata itu seolah menjadi sesuatu yang biasa, kalau tidak mau dibilang basi. Banyak buku, seminar hingga berbagai prinsip-prinsip kehidupan yang mengajarkan bahwa melayani adalah kunci menggapai keberhasilan hidup bahkan kunci untuk hidup pada tingkatan yang lebih tinggi (next level). Tapi apa yang dimaksud dengan melayani?

Setiap orang boleh punya pemahaman yang berbeda tentang kata melayani. Bagi saya melayani adalah tindakan yang dilakukan dengan tulus dan memberikan nilai tambah bagi hidup sesama. Salah satu bentuk memberikan nilai tambah adalah membantu sesama untuk hidup lebih baik, misalnya membantu mereka untuk menggapai prestasi yang lebih baik.

Mentor saya yang juga guru kepemimpinan, John C. Maxwell suatu ketika pernah berujar bahwa dalam diri setiap pengikut (follower) selalu ada tiga pertanyaan mengenai pemimpin mereka (leader), yakni apakah Anda sebagai pemimpin peduli kepada saya (do you care for me)? Bisakah Anda membantu saya menjadi lebih baik (can you help me) serta bisakah saya percayakah kepada Anda sebagai pemimpin saya (can I trust you)?

Nah, pertanyaan kedua dari para pengikut tersebut (can you help me) sangat berhubungan sejauh mana seorang pemimpin bisa menjadi hidup pengikutnya lebih baik. Ini tentu tidak hanya bicara kesejahteraan materi semata (meski pun ini juga salahg satu hal terpenting) tapi juga berbagai aspek kehidupan lainnya.

Misalnya, jika saya adalah karyawan pada perusahaan Anda, bisakah Anda sebagai pemimpin membantu saya menjadi karyawan yang lebih terampil dalam bekerja? Bisakah Anda membantu saya untuk mengembangkan potensi kepemimpinan saya? Bisakah Anda membantu saya agar saya lebih efektif dan efisien dalam bekerja? Singkat cerita, sebagai seorang pemimpin, bisakah kita menjadikan pengikut kita lebih baik dari waktu ke waktu? Jika ia tetap sama sekalipun sudah ikut kita selama sekian tahun, itu artinya kita sebagai pemimpin tidak menumbuhkan dia. Bukankah dengan semakin bertumbuhnya seorang karyawan akan terbuka juga peluang semakin ia bisa memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan?

Di sisi lain jika kita berbicara tentang melayani, sebenarnya kita sedang bicara tentang hidup di luar diri sendiri alias tidak ego oriented. Zig Ziglar benar ketika berkata, “You can have everything in life you want if you will just help enough other people get what they want." Ya, Anda bisa memiliki apa pun dalam hidup ini sepanjang Anda juga mau berusaha untuk membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dengan demikian, pada dasarnya setiap manusia layak (deserve) untuk sukses. Kata “deserve” berasal dari bahasa Latin yaitu “de” yang berarti dari dan “servire” yang berarti melayani. Karenanya, kata “deserve” itu berarti “dari melayani”. Itulah sebabnya, semakin banyak, semakin cepat dan semakin baik Anda melayani orang lain, semakin banyak hal yang layak Anda peroleh dalam hidup ini atau menjadi milik Anda.

Kisah sukses berbagai perusahaan besar membuktikan hal ini. Manakala produk atau jasa sebuah perusahaan bisa menjawab kebutuhan konsumen atau menyelesaikan masalah konsumen, maka pada saat itu profit akan mengalir masuk dengan sendirinya. Misalnya, jalan tol memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan lalu lintas (meski sering juga jalan tol dalam kota di Jakarta yang justru lebih macet daripada jalan biasa). Telepon selular canggih yang memudahkan orang berkomunikasi, tidak hanya bertelepon tapi juga bisa e-mail, chatting dan terhubungan dengan situs jejaring sosial lainnya. Dokter yang dianggap paten dan memiliki banyak pasien, biasanya dikenal luas karena cerita mengenai banyaknya pasien yang sembuh setelah diobatinya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana menerapkan prinsip melayani ini dalam hidup sehari-hari. Berikut ada beberapa tips praktis:


1. Di mana pun Anda berada, selalu tanyakan kepada diri Anda: apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu orang-orang di sekitar Anda lebih sukses lagi? Dengan kata lain apakah kehadiran Anda memberikan dampak yang positif bagi kehidupan mereka?

Jika Anda seorang profesional, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk membantu rekan kerja Anda (terutama atasan langsung Anda) lebih produktif? Sudahkah Anda menjadi problem solver di tempat kerja? Apakah kehadiran Anda membuat target lebih cepat atau lebih mudah tercapai? Ingatlah, karyawan yang memberatkan sebuah perusahaan bukanlah karyawan dengan gaji paling tinggi, namun karyawan yang tidak produktif.

Jika Anda seorang pengusaha, tanyakan bagaimana caranya agar produk atau jasa Anda bisa sungguh memberikan nilai tambah bagi konsumen, bahkan nilai tambah yang sama sekali tidak diberikan oleh perusahaan lain. Jika Anda seorang guru, bagaimana caranya membuat murid-murid Anda menjadi lebih pandai dan berbudi pekerti baik?


2. Secara berkala, evaluasi diri Anda: dalam bidang apa saja Anda merasa masih harus memperbaiki diri dan kinerja Anda? Lakukan ini bersama mentor, rekan kerja atau sahabat-sahabat Anda. Semakin baik diri Anda, semakin banyak yang bisa Anda kontribusikan bagi kehidupan orang lain.

Lakukan ini secara berkala dan sungguh-sungguh. Nama besar alias kesuksesan di masa lalu serta berbagai metoda yang membawa keberhasilan di masa lalu, bukan lagi jaminan untuk membawa Anda meraih hari esok yang lebih baik. Situasi penuh kompetisi telah membuat dunia berubah dengan sangat cepat. Mau terus belajar demi memperbaiki diri dan meningkatkan diri adalah kunci penting untuk dapat terus menjadi pemenang.


3. Libatkan diri Anda dalam kegiatan sosial (non-profit). Dengan demikian Anda selalu memiliki alasan untuk mensyukuri hidup ini sekaligus merasakan hidup Anda bermakna karena Anda telah memberikan nilai tambah bagi sesama yang barangkali tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Anda. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan non-profit kerap kali membuat orang mampu mengembangkan belas kasihan (compassion) dalam hidupnya sehingga di kemudian hari ia semakin dapat bertumbuh menjadi manusia yang memiliki kasih sejati kepada sesama.

Selamat mencoba.


* Motivational Teacher dan Penulis Buku. Beralamat di www.pauluswinarto.com.


sumber : pauluswinarto.com