Meraih Prestasi Melalui Kristus

Banyak cara untuk meraih prestasi. Kuncinya satu yaitu ketekunan. Dengan ketekunan, siapapun...siapapun dapat meraih prestasi. Bagaimana kita menggambarkan prestasi? biasanya prestasi digambarkan sebagai tercapainya target yang kita tetapkan. Setelah kita mencapai target tersebut, maka kita telah berprestasi.

Tetapi, melalui Kristus prestasi yang kita dapat bukan hanya tercapainya target tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita prestasi demi prestasi yang melampaui target kita.

Target yang terbaik dari yang terbaik yang akan kita dapatkan kalau kita dapat meraihnya melalui Kristus!

Minggu, 27 Desember 2009

Keyakinan Vs Kompetensi

Apa itu keyakinan???? apa itu kompetensi???? manakah yang akan didahulukan terutama, keyakinan atau kompetensi??? Seseorang dikatakan berhasil atau sukses itu karena keyakinan atau kompetensi??? Mari kita lihat saat ini dari definisi terlebih dahulu...apa itu keyakinan...apa itu kompetensi...
  • Keyakinan adalah : apabila seseorang merasa mampu melakukan sesuatu
  • Kompetensi adalah : apabila seseorang mampu melakukan sesuatu
Jadi apabila seseorang memiliki kompetensi dalam bidangnya, itu berarti dia mampu untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Tetapi apabila dia merasa mampu untuk melakukannya belum tentu dia bisa mengerjakannya. Keyakinan yang terlalu besarpun dapat membuat kita lupa diri dan akhirnya akan mengakibatkan kita hanya melakukan lip service tanpa kita dapat membuktikan apa yang kita yakini.

Nah, sekarang...apa yang menyebabkan orang dapat bertahan pada saat ada masalah dalam pekerjaannya...apakah kompetensi atau keyakinan??? jawabannya adalah keyakinan. Keyakinan sangat diperlukan pada saat keadaan genting, seorang yang sangat berkompetenpun apabila tidak mempunyai keyakinan positif pada saat keadaan genting
  • tidak akan dapat bertahan
  • membuat keputusan yang salah
  • tidak mampu melakukan apa-apa
  • bahkan, melarikan diri pada saat keadaan darurat
Kesimpulannya, keyakinan dan kompetensi harus berjalan berbarengan. Tetapi apabila kita merindukan mendapatkan banyak kesempatan dalam hidup kita...ntah dalam karir kita atau hal-hal lainnya, maka...

  • perbesar kapasitas kita
  • tingkatkan kompetensi dalam bidang yang kita kuasai
  • lakukan yang terbaik
  • jangan puas dengan keadaan kita saat ini

Selasa, 22 Desember 2009

Subjek atau Objek???

Pribadi guru adalah pribadi yang mengagumkan. Mengapa? karena:
  1. seorang guru tidak pernah meminta imbalan apapun demi keberhasilan peserta didiknya. Saat waktu berjalan, jerih lelah seorang guru langsung sirna begitu melihat peserta didiknya bertahun-tahun lalu datang lalu menyapa "Bu/Pa, masih ingat saya?". Kening kita berkerut...mencoba mengingat-ingat. lalu kemudian, bayangan masa lalu langsung terpapar jelas dalam ingatan kita "o yah, kamu dulu yang suka bikin masalah di kelas yah?!" kemudian kita lihat, bagaimana peserta didik yang dulu kita bina telah menjadi seorang yang sukses dan berhasil...terlihat dari pakaian dan kendaraan yang ditumpanginya. Kemudian kita berpikir "tidak percuma saya didik kamu..." Kepuasaan itulah yang menjadi imbalan sejati bagi seorang guru. Pada saat peserta didik kita telah menjadi 'seseorang' guru...tetaplah guru dengan motor bututnya dan buku yang telah menguning semua halamannya tanda bahwa buku itu telah menjadi buku 'dewa' yang selalu menyertainya.
  2. Guru = digugu dan ditiru. Ini prinsip yang mutlak harus kita hadapi. mau atau tidak...kemanapun kita berada...seorang guru adalah seorang suri teladan bagi peserta didiknya. Kadang banyak peserta didik kita tidak hafal mata pelajaran apa yang kita ajarkan kepada mereka. Tetapi, mereka selalu ingat apa yang telah kita ucapkan sebagai suatu nasehat atau sebuah cerita untuk memotivasi mereka. Hal itulah yang TERTANAM dalam hati dan pikiran mereka bertahun-tahun. keteladanan melalui ucapan dan tindakanlah yang merupakan nilai yang kekal dalam pribadi peserta didik dan menyertai mereka menuju ke tangga kesuksesan.
  3. Guru tidak memandang peserta didik sebagai objek melainkan subjek. Apabila seorang guru memandang peserta didiknya sebagai objek, maka guru hanya memanfaatkan peserta didik untuk mencapai ambisi atau keinginan dari guru tersebut. Tetapi apabila guru memandang peserta didik sebagai subjek, maka guru tersebut akan terlibat dalam masalah yang dihadapi oleh peserta didik dan berusaha untuk menjadi orangtua atau teman bagi peserta didik tersebut. Guru yang tidak pernah perduli terhadap masalah yang dihadapi oleh peserta didiknya bukanlah seorang guru. Seorang guru harus dapat menguasai kelas dan memotivasi peserta didiknya agar dapat mencapai prestasi yang cemerlang. Caranya??? dengan terlibat dalam permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik yang bermasalah...berusaha membantu dan mendoakan mereka dalam setiap waktu.
Guru berkualitas bukan hanya dilihat dari lengkapnya administrasi pembelajaran yang dia miliki saja melainkan juga apakah guru tersebut dapat mengayomi dan dapat menanamkan nilai-nilai yang kekal dalam diri peserta didiknya. Sekolah unggulan memiliki guru-guru yang berkualitas bukan dilihat dari input yang diperoleh sekolah tersebut. Sekalipun input siswa baru yang diterima oleh sekolah tersebut merupakan pribadi-pribadi yang memiliki latar belakang kehidupan yang suram (mis. entah karena latar belakang keluarga atau keterbatasan daya tangkap dan pikir siswa tersebut), guru yang berkualitas sanggup mengubah siswa tersebut menjadi pribadi unggul dalam bidangnya. Mungkin secara prestasi akademis, siswa tersebut tidak menonjol tetapi pribadinya akan menjadi pribadi yang dipulihkan oleh karena...keteladanan, ketelatenan, dan kesabaran dari seorang guru yang tidak kenal lelah membina dan 'mengasuh' siswa tersebut.

Tenaga pengajar di manapun anda berada. Jadilah guru yang berkualitas. Jadilah guru yang bukan hanya mengajarkan materi pembelajaran melainkan dapat juga menanamkan nilai yang kekal dalam diri peserta didik. Sehingga bangsa kita ini akan dipenuhi dengan pribadi unggulan yang mandiri dan berkompeten dan mampu bersaing secara positif di manapun mereka ditempatkan oleh Tuhan.

Jumat, 18 Desember 2009

Perubahan Permendiknas UN 2010

Mendiknas, Mohammad Nuh, telah mengeluarkan peraturan terbaru tentang Ujian Nasional tertanggal 14 Desember 2009, yakni Permendiknas Nomor 84 Tahun 2009 tentang PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 75 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

Agaknya, Mendiknas memandang penting adanya perubahan Permendikas Nomor 75 Tahun 2009 yang telah dikeluarkan Mendiknas sebelumnya, Bambang Sudibyo, setelah muncul pro-kontra tentang UN pasca-keputusan Mahkamah Agung. Berikut ini beberapa perubahan penting berdasarkan Permendiknas Nomor 84 Tahun 2009:

1. Ketentuan Pasal 5 ayat (3) diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 5
(3) UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan pada minggu keempat Maret 2010.

2. Ketentuan Pasal 10 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 10
(1) Penggandaan bahan UN SMA/MA dilakukan oleh perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Penggandaan bahan UN SMA/MA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh perguruan tinggi yang memiliki percetakan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(3) Penggandaan bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK dilakukan oleh penyelenggara tingkat provinsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(4) Prosedur penggandaan bahan UN sebagaimana tercantum pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dalam POS UN.

3. Ketentuan Pasal 13 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 13
(1) BSNP memberikan sebagian wewenang kepada perguruan tinggi dalam:
a. pelaksanaan dan pengawasan UN SMA/MA;
b. tim pemantau independen (TPI) UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Departemen Agama, Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, dan kepala sekolah/madrasah.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai sebagian wewenang sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dalam POS UN.

4. Ketentuan Pasal 14 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 14
Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK mengikuti ujian di sekolah/madrasah penyelenggara UN sesuai ketentuan yang diatur dalam POS.

5. Ketentuan Pasal 15 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 15
(1) Pengawas ruang UN pada setiap sekolah/madrasah dilakukan oleh tim pengawas yang terdiri dari guru-guru yang mata pelajarannya sedang tidak diujikan.
(2) Pengawasan ruang UN diatur dengan sistem acak dalam satu kabupaten/kota.
(3) Guru yang mata pelajarannya sedang diujikan tidak diperbolehkan berada di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan ruang UN diatur dalam POS UN.

sumber : http://mgmpbismp.co.cc

Permendiknas tentang UN 2009/2010

Pada tanggal 13 Oktober 2009, Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas –sebelum diganti oleh Mohammad Nuh– telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010, yakni:

1. Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).
2. Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).
3. Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).
4. Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).

Secara substansial, ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009, baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. Berikut ini petikannya:

Pasal 5

1. UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan.
2. UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010.
3. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010.
4. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama.
5. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama.

Pasal 6

1. UN Ulangan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010.
2. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010.

Pasal 7

Mata pelajaran yang diujikan pada UN:

1. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi;
2. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi;
3. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Sastra Indonesia;
4. Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih;
5. Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan;
6. Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika; dan
7. Mata Pelajaran UN SMP/MTs, dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pasal 8
Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi.

Pasal 20
(1) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:

* memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
* khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

(2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebelum pelaksanaan UN.
(3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.

Ketentuan tersebut jelas mematahkan opini yang selama ini berkembang di kalangan pendidik bahwa akan terjadi perubahan mendasar tentang SKL yang diduga murni mengacu pada standar isi. Demikian juga halnya dengan kriteria kelulusan. Dugaan tentang kenaikan kriteria kelulusan ternyata juga tidak terbukti. Yang sedikit agak berbeda mungkin waktu pelaksanaan UN yang biasanya berlangsung pada bulan April. Untuk tahun 2009/2010,UN utama dilaksanakan pada bulan Maret 2010. ***

sumber : http://mgmpbismp.co.cc/2009/11/10/permendiknas-tentang-ujian-nasional-tahun-20092010/

Rabu, 16 Desember 2009

Global Warming : apa dan mengapa

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.
Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.

Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.

Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan? Alur waktu prediksi dan dampak dari perspektif sains dapat dibaca pada bagian kedua tulisan ini.

sumber : langitselatan.com

Selasa, 15 Desember 2009

Minggu, 13 Desember 2009

Tetapkan Prioritas dalam Target Hidup Kita

Rom 12:3
(3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.


Seringkali dalam hidup kita, kita memikirkan perkara-perkara yang jauh dari kehidupan kita. memang ada pepatah yang mengatakan "gantungkan cita-citamu setinggi langit" tetapi kalau mimpi kita ketinggian akhirnya itu hanya akan merupakan mimpi belaka tanpa kita dapat mencapainya. Dan kecenderungannya kalau kita mimpi ketinggian...usually we are not work on it.

Firman Tuhan pun mengatakan demikian...jangan memikirkan perkara-perkara yang lebih tinggi...tetapi kita harus berpikir begitu rupa sehingga kita dapat menguasai diri kita menurut ukuran iman kita. Artinya kapasitas kita masing-masing di hadapan Tuhan berbeda-beda, ukuran kita masing-masing Tuhan kasih berbeda-beda, bentuk berkat atau cara Tuhan memberikan berkat pun berbeda-beda jalannya kepada setiap orang.

Misalnya kalau kepada yang seorang diberikan berkat materi lebih, jangan ngiri...apalagi urusan materi. Apa yang harus kita lakukan? berpikir begitu rupa menurut ukuran iman kita. saat ini...kondisi sekarang yang Tuhan berikan kepada kita harus kita jalanin dengan sebaik mungkin. Sama seperti talenta, perintah Tuhan hanya satu menjalankan talenta yang Tuhan berikan dengan penuh tanggung jawab.

Kemudian, apabila kita baca ayat 2:
(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Tetapkan prioritas kita dalam menetapkan target hidup kita. Apakah target yang kita buat sudah sesuai dengan kehendak Tuhan?! atau bersifat kedagingan?!
Janganlah kamu serupa dengan dunia ini...karena keinginan dunia atau target dunia bersifat keangkuhan hidup, keinginan mata, dan keinginan daging.

Jadi,
  1. lakukan yang terbaik dalam kondisi apapun yang saat ini Tuhan ijinkan dalam hidup kita.
  2. Tetapkan prioritas dalam menentukan target dalam hidup kita. Apakah sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak.

Sabtu, 12 Desember 2009

GLOW IN THE DARK

pada hari kamis, tanggal 17 Desember 2009...SMPK Rehoboth akan mengadakan perayaan natal bersama siswa dan orangtua. Acara natal kali ini bertemakan GLOW IN THE DARK mengajak seluruh hadirin untuk dapat menjadi terang di tengah-tengah dunia ini.

Acara natal kali ini dibuat agak special. Karena melibatkan guru dan peserta didik. Dalam kebaktian natal kali ini yang akan memainkan alat musik seluruhnya adalah guru SMPK Rehoboth.
Keyboard dimainkan oleh Bp.Moody
Guitar dimainkan oleh Bp.Timotius
Bass dimainkan oleh Bp.James
Drum dimainkan oleh Bp.Sandy
Yah, sekali-kali memanjakan peserta didik :)

Setelah acara natal berakhir, acara selanjutnya adalah pembagian rapor. Di mana orangtua siswa yang harus mengambil rapor. Setelah itu libur hari natal dan tahun baru. Peserta didik akan masuk kembali pada tanggal 07 Januari 2010 menjalani semester ke-2.

Pada kesempatan ini, SMPK Rehoboth mengucapkan selamat hari natal 2009 dan tahun baru 2010. BAgi siswa kelas 9, jangan keenakan libur...karena UN sudah di depan mata.
Tuhan Yesus memberkati.

Hard Work VS Work Hard

2Th 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Selama kita hidup dalam dunia ini, bekerja merupakan hal yang mutlak harus kita lakukan. Usaha atau melakukan sesuatu sehingga kita memperoleh hasil, merupakan hal yang mau tidak mau kita kerjakan. karena kalau tidak, kita tidak akan menerima apa-apa.

Nah, dalam konteks peserta didik. Belajar merupakan suatu keharusan, bila tidak maka peserta didik akan memperoleh hasil yang mengecewakan atau bahkan tidak naik kelas.
Dalam konteks pekerjaan pun sama. tidak bekerja, jangan makan demikian Firman Tuhan.

Bekerja seolah-olah merupakan kutukan bagi kita. bagaimana tidak, nenek moyang kita Adam dan Hawa dapat dengan enaknya menikmati taman Eden di mana Tuhan hadir pula di sana. tetapi, semenjak kejatuhan mereka ke dalam dosa, maka Tuhan mengucapkan kutuk terhadap tanah
Gen 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

Jadi sekarang timbul pertanyaan, apakah bekerja itu merupakan kutuk atau berkat????
Bila dikutuk, orang tidak bekerja tentu tidak akan mendapatkan apa-apa...

Bekerja merupakan berkat...mengapa??? karena yang Tuhan kutuk itu adalah tanah bukan orangnya...tanah digarap akan menghasilkan buah. Sementara Adam?! apa yang dia kerjakan sebelum jatuh dalam dosa??
(Gen 2:15)
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


Jadi, bekerja bukanlah suatu kutukan melainkan berkat. Sekarang, bagaimana sikap kita terhadap bekerja?? ada dua pasang kata yang sangat familiar di telinga kita yaitu Hard Work Vs Work Hard
Dalam pekerjaan kita, baiklah kita melakukan segala sesuatu dengan bekerja keras (work hard) bukan keras bekerja (hard work)

apabila paham yang kita anut adalah hard work, maka tidak ada sukacita dalam apa yang kita kerjakan...segala yang kita kerjakan adalah susah. Tetapi bekerja keras harus...karena bekerja keras berhubungan dengan ketekunan. Tidak lagi menganggap susah dalam bekerja tetapi tekun bekerja. Sehingga bekerja itu merupakan suatu kenikmatan.

Oleh karena itu, marilah mengusahakan segala sesuatu dengan bekerja keras bukan keras bekerja :)

Selasa, 08 Desember 2009

Desa Itu Akhirnya Tenggelam Akibat Pemanasan Global



Selasa, 8 Desember 2009 | 19:31 WIB

KHUN SAMUTCHINE, KOMPAS.com - Satu kuil Buddha yang dikelilingi oleh air adalah sisa terakhir dari satu desa yang sirna ditelan laut di Thailand, pemandangan tragis yang kembali terulang di seluruh Asia dan dunia.

Sebanyak 60 keluarga dipaksa pergi dari perkampungan nelayan yang dulu sangat indah, Khun Samutchine, saat laut - yang menjadi andalan hidup warga setempat - merambah ke daratan sampai lebih dari 20 meter setiap tahun.

"Saya tinggal di tanah orang lain, saya tak dapat meninggalkan desa karena saya sangat miskin," kata Noo Wisuksin (71), sambil menunjuk kei air yang pernah menjadi lokasi rumahnya beberapa dasawarsa lalu.

Ia adalah seorang dari 25 juta orang, yang terancam di delta sungai Chao Phraya, sungai luas di Thailand. Delta itu tenggelam karena terbendungnya aliran sungai dan dibersihkannya hutan bakau, saat perubahan iklim menaikkan permukaan air laut.

Dalam 30 tahun belakangan, air laut di Khun Samutchine telah menelan lebih dari satu kilometer lahan dan Noo telah memindahkan rumahnya ke belakang sebanyak delapan kali guna menghindari gelombang yang naik.

Di dekatnya terletak kuil Khun Samut, yang nyaris ditinggalkan, tenggelam di laut dan hanya dapat dimasuki melalui jalan yang terbuat dari beton. Satu jalur tiang listrik muncul ke permukaan air, terhampar di situ-situ saja.

Pembuatan bendungan di daerah hulu di sepanjang sungai tersebut yang mengalir ke Teluk Thailand telah mencegah endapan, sehingga mengganggu keseimbangan akibat kekuatan erosi air laut, demikian dilaporankan kantor berita Prancis, AFP.

"Pembersihan hutan bakau yang tumbuh lamban untuk pembuatan lahan udang dan garam telah mempercepat kerusakan," katanya.

Lebih jauh ke pantai, desa Kok Karm dengan susah-payah berhasil mengubah arus untuk saat ini dengan menggunakan bahan tradisional yang murah.

Warga Vorapol Dounglomchan tampil dengan rancangan yang memanfaatkan batang bambu untuk menciptakan penghalang yang memerangkap endapan dari air laut dan menghentikan endapan lumpur dihanyutkan gelombang.

"Manfaat bambu ialah kami menaruh bahan alamiah ke alam," kata Narin Boonruam, sekretaris perhimpunan nelayan provinsi.

Tetapi bambu tersebut takkan banyak bemanfaat jika permukaan air laut naik lebih jauh lagi. Satu studi baru-baru ini yang disiarkan di jurnal ilmiah Nature menetapkan delta itu di dalam kategori risiko tinggi.

"Jika kami tidak memasang perlindungan apa pun terhadap erosi pantai, lebih dari separuh provinsi Bangkok akan sirna," kata Panada Tedsiri, penyelenggara Thai Community Foundation, satu organisasi non-pemerintah.

Saat para pemimpin dunia mempersiapkan pertemuan perubahan iklim, para pegiat mengatakan politisi perlu menangani cara menanggulangi erosi juga karena hal itu mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia.

"Itu adalah bencana yang merayap. Setiap hari, erosi memiliki dampak yang tak terlihat pada banyak orang," kata Tara Buakamsri, manager aksi bagi Greenpeace Asia Tenggara."Itu melipatgandakan, bukan hanya erosi, tapi juga perubahan iklim," katanya.

Di Malaysia, para pejabat mengatakan hampir 30 persen garis pantai menderita akibat erosi melalui pertumbuhan penduduk, urbanisasi, produksi gas dan minyak, dan perkembangan pariwisata.

Di India, sebanyak 1.500 kilometer atau 26 persen garis pantai utama menghadapi erosi serius dan dengan aktif berkurang, demikian dikatakan Bank Pembangunan Asia.

Negara bagian wisata Goa telah mendirikan penghalang yang ramah di sepanjang dua hambaran pantai putihnya, tapi majelis lokal awal 2009 mendengar, lebih dari 10 persen garis pantai jatuh ke dalam laut.

Bangladesh, yang berada di dataran rendah, akan menjadi salah satu negara yang paling parah mengalami pukulan akibat perubahan iklim.

Panel Antar-Pemerintah PBB mengenai Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, naiknya permukaan air laut akan melahap 17 persen seluruh lahan di Bangladesh paling lambat 2050, sehingga sedikitnya 20 juta dari 144 juta warganya kehilangan tempat tinggal.

"Di Vietnam, kenaikan permukaan air laut satu meter hingga 2100 akan mempengaruhi 10 persen penduduk, lebih dari sembilan juta orang, dan hampir 38 persen lahan di Delt Sungai Mekong, tempat penghasil beras," demikian data di dokumen pembahasan PBB yang disiarkan awal Desember.

Pemerintah Australia memperingatkan, pada November kenaikan permukaan air laut merendam 250.000 rumah paling lambat pada 2100, dan bandar udara, rumah sakit serta stasiun pembangkit listrik juga terancam.

Greenpeace mengatakan bekerja sama dengan masyarakat untuk menemukan rencana aksi lokal - seperti pohon bambu di Thailand - untuk menanggulangi erosi.

Namun, Greenpeace menambahkan pertemuan puncak Kopenhagen juga mesti mempertimbangkan masalah itu.

"Pertemuan puncak Kopenhagen harus tampil dengan kesepakatan yang adil dan sangat kuat dalam menangani masalah ini serta meliputi berbagai keadaan seperti erosi," kata pegiat Greenpeace.

sumber : kompas.com

Pemutaran Film



Seabis ujian, biasa yang namanya anak2 pengen nyantai. Nah, SMPK akhirnya mengadakan pemutaran film. Ga tanggung2 dua sekaligus !!!
Yang pertama judulnya UP. Ada yang unik pas nonton film ini, soalnya kita nonton bersama adik kelas dari TKK Rehoboth. Hehehe lucu2 yah and imut2.
Film ini bercerita tentang kita harus mengejar mimpi kita. inget yusuf?? yang dapet mimpi. Trus, karena dia takut akan Tuhan maka mimpinya itu jadi kenyataan.
Trus, film yang kedua judulnya 2012
Nah, pasti sudah tau film ini kan?! intinya hidup kita ga ada yang tau kapan...trus kalo Tuhan punya rencana, maka kita mau kabur kemana ajah ga bisa...

Pada intinya, semua anak2 puas dengan pemutaran film tadi...semingguan kan mereka mlototin buku terus...nah tadi puas mlototin film terus...

GBU yah