Meraih Prestasi Melalui Kristus

Banyak cara untuk meraih prestasi. Kuncinya satu yaitu ketekunan. Dengan ketekunan, siapapun...siapapun dapat meraih prestasi. Bagaimana kita menggambarkan prestasi? biasanya prestasi digambarkan sebagai tercapainya target yang kita tetapkan. Setelah kita mencapai target tersebut, maka kita telah berprestasi.

Tetapi, melalui Kristus prestasi yang kita dapat bukan hanya tercapainya target tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita prestasi demi prestasi yang melampaui target kita.

Target yang terbaik dari yang terbaik yang akan kita dapatkan kalau kita dapat meraihnya melalui Kristus!

Jumat, 05 Maret 2010

CANDU ITU BERNAMA MOTIVATOR

CANDU ITU BERNAMA MOTIVATOR


Oleh: Paulus Winarto*

“Saya mau ikut seminar motivasi biar hidup saya berubah,” ujar seorang pemuda penuh semangat saat akan berangkat menghadiri sebuah seminar motivasi yang diklaim bisa membawa terobosan hidup. Benarkah hidup akan berubah dengan mengikuti sebuah seminar? Tentu saja tidak! Sebab perubahan hidup dinilai dari hasil bukan sekedar tahu atau bersemangat sesaat.

Maksud saya begini, tiap minggu, sebagai orang beriman kita senantiasa pergi ke rumah ibadah. Mendengar khotbah atau nasihat-nasihat kehidupan yang berharga. Pada saat itu, hati kita kerap terbakar, tersentuh atau bergelora. Tapi sebulan kemudian, apa yang terjadi? Apakah perasaan itu masih ada? Apakah pengetahuan yang kita dapatkan tempo hari membuat hidup kita berubah? Belum tentu!

Sebuah event sebagus apa pun, hanya menjadi momentum awal bagi perubahan hidup. Event akan menantang kita berubah karena sebuah event bisa membuat kita tersadar mengenai pola pikir, pola perilaku atau pola tindakan yang keliru. Dan yang harus kita ingat, hanya karena kita tahu atau merasakan sesuatu, tidak berarti kita berubah.

Sebagai seorang pembicara, saya kerap melihat ada orang-orang tertentu yang dalam istilah saya seminaris atau hobinya dari seminar ke seminar. Misalnya ada yang hobi ikut seminar entrepreneurship dari beberapa tahun silam namun beberapa bulan lalu bertemu saya, masih saja ia belum memulai bisnis. Ada juga yang hobi ikut seminar motivasi tapi hidupnya tetap sama saja. Mereka ini ibarat orang yang kecanduan seminar motivasi. Ada juga yang seperti kecanduan seorang motivator. Ia senantiasa hadir dalam seminar sang motivator tersebut, meski topik yang dibahasnya sama-sama saja. Pertanyaan paling penting, apakah orang-orang seperti ini kemudian berubah hidupnya? Tidak selalu!

Perubahan membutuhkan sebuah proses penuh perjuangan plus pengorbanan. Kesediaan untuk membayar harga secara penuh dituntut dalam sebuah proses perubahan sejati. Itulah sebabnya saya sering berkata, perubahan itu sifatnya personal. Tidak ada orang lain yang bisa mengubah Anda, jika Anda tidak mau. Situasi atau kondisi, bahkan motivator kelas dunia pun hanya menjadi semacam stimulus bagi perubahan Anda. Namun, keputusan untuk berubah ada di tangan Anda.

Namun jika Anda serius ingin berubah, tanpa ikut seminar motivasi pun Anda bisa berubah. Mengapa? Keinginan serta motivasi dari dalam diri Anda (motivasi internal) selalu jauh lebih baik daripada Anda menunggu dimotivasi oleh situasi, kondisi atau motivator sekaliber apa pun.

Contonya begini, jika dokter memberitahu Anda bahwa Anda menderita kanker tertentu dan usia Anda paling maksimal hanya 2 bulan lagi, saya percaya dalam waktu dua bulan itu Anda akan melakukan hal-hal terbaik dan terpenting dalam hidup Anda. Misalnya, menjadi ayah dan ibu yang baik juga melakukan hal yang menjadi kerinduan hati Anda, seperti menulis buku. Saya pernah mendengar kisah seorang tokoh terkenal yang justru menulis buku di akhir hayatnya, dalam keadaan sakit dan terbaring di rumah sakit. Dalam waktu sekitar enam bulan terakhir hidupnya itu, ia berhasil merampungkan sebuah buku. Semua itu dilakukannya tanpa perlu hadir dalam seminar motivasi karena ia mempunyai motivasi internal yang sangat kuat!

Tolong dipahami, saya sama sekali tidak anti seminar atau motivator. Sama sekali tidak! Bagaimana mungkin saya anti hal tersebut? Saya sendiri sejak tahun 2002 menulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Saya memperdalam ilmu pengembangan diri dan kepemimpinan dari guru kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell. Artinya ilmu tersebut menarik bagi saya dan akan betul-betul berguna jika dipraktekkan secara konsisten. Saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai motivator! Publik yang memberikan sebutan itu. Baik secara lisan, lewat plakat atau pun sertifikat tanda terima kasih karena saya telah berbicara di sebuah institusi atau lembaga.

John C. Maxwell sendiri mengatakan ada 2 macam motivator. Yang pertama adalah motivational speaker. Ia mampu membakar semangat Anda sehingga pada saat seminar Anda merasa harus membuat komitmen ini - itu namun keesokan harinya Anda bingung sendiri dan tidak tahu apa yang harus Anda lakukan agar hidup Anda berubah. Yang kedua adalah motivational teacher. Ibarat seorang guru handal, ia tidak hanya menyemangati Anda tapi juga mengajarkan cara-cara bagaimana Anda mencapai impian atau merubah hidup Anda. Ia ibarat seorang tour guide handal. Beruntunglah Anda jika Anda menjumpai atau dibimbing oleh orang semacam ini sebab ia memberikan Anda peta jalan di saat Anda penuh gairah untuk menempuh perjalanan sukses Anda. Peta jalan itu sangat penting agar Anda tidak tersesat.

Saya juga amat prihatin karena beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan orang yang berani menyebut diri mereka sebagai motivator. Dipajang dengan keren di kartu nama, dsb. Ini memang menarik namun dilema. Menarik karena kehadiran para motivator terkadang bisa membawa angin segar untuk memulai perubahan. Dilema karena banyak di antara motivator yang sebenarnya hanya jago omong. Mereka ibarat travel agent, bukan tour guide. Travel agent memberikan Anda tiket dan menjelaskan paket wisata yang Anda beli namun belum tentu ia pernah ke tempat-tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Kalau tour guide, ia pasti pernah ke sana dan ia tahu jalan menuju sana dan ia bersedia membimbing Anda menuju ke sana.

Lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit yang menjadi motivator hanya karena tergiur dengan besarnya tarif bicara para motivator alias speaking fee. “Menjadi motivator adalah panggilan hidup, bukan profesi,” ujar seorang teman motivator yang aktif dalam pelayanan sosial. Ia sering tampil memberikan motivasi tanpa dibayar satu rupiah pun, bahkan kerap kali ia harus menanggung sendiri semua biaya transportasi dan akomodasi. Salut!

Sekarang, semuanya terpulang kepada Anda. Berubah karena memiliki motivasi internal yang kuat ataukah harus menunggu bertemu seorang motivator?

* Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa. Sejumlah bukunya masuk dalam kategori best seller (al: First Step to be An Entrepreneur, Reach Your Maximum Potential, Be Strong, Melejit di Usia Muda dan The Power of HOPE). Ia banyak menimba ilmu kepemimpinan dari guru kepemimpinan internasional, Dr. John C Maxwell. Guru marketing Hermawan Kartajaya menjuluki Paulus sebagai “manusia kompleks”. Paulus dapat dihubungi melalui e-mail: pwinarto@cbn.net.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau www.pauluswinarto.com.



Senin, 01 Maret 2010

Hachiko Monogatari - Kesetiaan seekor anjing

Hachiko Monogatari - Kesetiaan seekor anjing
Submitted by admin01 on 13 October, 2009 - 23:38.
Editted by admin01 on 13 October, 2009 - 23:40.

* Anjing
* Hachiko
* Kesetiaan

Source:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2571361

Hachiko MonogatariDi Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.

Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."

"Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!"
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.



Salam,
Tim DakiUnta.Com

Sabtu, 20 Februari 2010

Khawatir Dampak Facebook, Kepala Sekolah di Depok Gelar Pertemuan

Rabu, 10 Februari 2010 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Depok - Situs jejaring sosial facebook yang banyak diakses pelajar di Depok membuat Dinas Pendidikan kota Depok merasa perlu melakukan pertemuan khusus dengan seluruh kepala sekolah guna membahas hal ini. Apalagi dalam razia yang dilakukan wali kota Depok, Nur Mahmudi Ismail pada Selasa lalu ditemukan beberapa pelajar yang sengaja membolos dari sekolah hanya untuk datang ke warung internet guna mengakses akun facebook.

Nur menegaskan, dirinya tidak pernah melarang keberadaan situs yang diciptakan oleh Mark Zuckenberg tersebut. Tetapi, ia berharap agar situs tersebut dimanfaatkan sesuai prosedur. “Facebook bisa bermanfaat untuk sarana untuk mempererat silaturahmi, tetapi penggunaannya juga harus dilakukan secara bijak,” ujarnya, Rabu (10/2).

Untuk mencegah banyaknya siswa yang membolos hanya untuk datang ke warnet, Nur mengusulkan perlunya dibuat atau kesepakatan antara Dinas pendidikan dengan para pengelola warnet. Kesepakatan tersebut akan mengatur para pengelola warnet agar tidak mengizinkan pelajar mengakses internet pada jam-jam sekolah..

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Farah Mulyati menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan surat edaran kepada para pengelola warnet di Kota Depok, terutama warnet-warnet yang berada di dekat sekolah. “Kalau MOU mungkin belum, tetapi dalam waktu dekat kita akan kirim surat edaran ke pengelola warnet,” ujarnya.

Sebagian besar kepala sekolah yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik surat edaran yang akan dibuat oleh Dinas Pendidikan. Apalagi para kepala sekolah melihat bahwa sebagain besar murid memiliki akun facebook.

Kepala Sekolah SMP Permata Bunda Cinere, Esther mengatakan bahwa hampir seluruh muridnya memiliki akun facebook. Untuk melakukan pengawasan terhadap para murid, maka ia dan seluruh guru juga memiliki akun facebook. ”Saya dan semua guru juga buka akun facebook, jadi kita bisa kontrol mereka,” ujarnya kepada Tempo, Rabu (10/2).

Menurut Esther, aktivitas para muridnya dalam situs ini terbatas pada memberikan ucapan motivasi atau semangat. Meski demikian, jika ada salah seorang muris yang terlihat menggunakan akun ini untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab atau mengeluarkan kata-kata kotor, maka guru tidak segan-segan untuk memberikan teguran.

Esther menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melarang para murid memanfaatkan situs ini, tetapi juga tidak pernah menganjurkan. “Yang penting bagi kita, para murid menggunakan etika dalam memanfaatkan situs ini,” katanya.

Sebelum adanya pertemuan ini, Esther mengaku sekolahnya telah melakukan pengawasan terhadap kegiatan murid dalam memanfaatkan internet. Salah satunya adalah dengan pemblokiran situs-situs tertentu di komputer sekolah. Selain itu, setiap pelajaran komputer, ada dua guru yang mengawasi proses belajar mengajar. Para murid juga tidak diperbolehkan untuk mengaktifkan ponsel mereka pada jam belajar.


Tia Hapsari

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/02/10/brk,20100210-224911,id.html

Keluarkan Siswa dari Sekolah Akibat Facebook Dinilai Berlebihan

Minggu, 14 Februari 2010 | 13:07 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Sumatera | ShareThis

TANJUNGPINANG | SURYA Online - Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Suryatati A Manan, menilai tindakan pihak sekolah yang mengeluarkan empat siswa lantaran menghina gurunya melalui situs jejaring sosial “facebook” terlalu berlebihan.

“Pihak sekolah sepertinya terlalu berlebihan, anak-anak tersebut juga punya hak untuk belajar,” kata Suryatati usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Jalan Merdeka Tanjungpinang, Minggu (14/2/2010).

Menurutnya, seharusnya anak-anak tersebut dibina terlebih dahulu sebelum ada tindakan terakhir yang dilakukan oleh pihak sekolah. “Saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang,” kata Suryatati.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, mengaku belum mengetahui permasalahan adanya empat siswa SMA 4 Kota Tanjungpinang yang dikeluarkan dari sekolah karena menghina seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor melalui facebook.

“Saya akan cek dulu, nanti saya akan panggil Wali Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ahadi, menilai tindakan sekolah mengembalikan empat orang siswanya kepada orang tua sudah sesuai aturan.

“Kami menilai tindakan yang diambil pihak sekolah sudah sesuai aturan dan kami mendukung tindakan yang diambil pihak sekolah untuk mengembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya,” kata Ahadi.

Empat orang siswa SMA 4 Tanjungpinang yang melakukan penghinaan terhadap seorang guru pelajaran keterampilan tersebut dinilai sudah berlebihan dengan melakukan posting di facebook. “Mereka tidak tahu akibat tindakan mereka itu tersebar luas di dunia maya yang menyebabkan guru tersebut merasa terhina,” ucapnya.

Ahadi juga mengatakan, dalam tata tertib sekolah sudah dijelaskan seluruh aturan-aturan yang berlaku dan sudah disepakati bersama pihak sekolah dengan orang tua siswa.

“Seluruh guru juga sepakat untuk mengembalikan mereka kepada orang tuanya, karena tindakan mereka bukan sekali itu saja melakukan tindakan yang tidak pantas, kalau sekali mungkin masih diberikan teguran atau surat peringatan,” katanya.

Tindakan yang diambil tersebut menurut dia juga sebagai pembelajaran kepada siswa, agar anak-anak didik tersebut tertib dan mempunyai sopan santun terhadap guru.

“Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya,” jelas Ahadi.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang, Yose Rizal menyebutkan, kata-kata yang ditulis siswanya tersebut di jejaring sosial “facebook” sudah menyebut sesuatu yang sensitif bagi seorang perempuan.

“Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu,” ungkapnya.

sumber : http://www.surya.co.id/2010/02/14/keluarkan-siswa-dari-sekolah-akibat-facebook-dinilai-berlebihan.html

Kamis, 18 Februari 2010

Profesor Tersandung Plagiat, Unpar Minta Maaf

Profesor Tersandung Plagiat, Unpar Minta Maaf

by Umi Kalsum - Kamis, 18 Februari

Prof Anak Agung Banyu Perwita

VIVAnews - Universitas Khatolik Parahyangan Bandung menyampaikan permintaan maaf atas tindakan plagiarisme yang telah dilakukan salah satu dosennya, Profesor Anak Agung Banyu Perwita. Permintaan maaf itu disampaikan secara tertulis dalam pernyataan resminya.

“Yayasan Universitas Khatolik Parahyangan dengan ini menyampaikan penyesalan dan mohon maaf atas terjadinya tindakan plagiarisme yang dilakukan Profesor Anak Agung Banyu Perwita, PhD," kata Rektor Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Cecilia Lauw, Rabu 17 Februari 2010.

Sekali pun tindakan tersebut merupakan tanggung jawab dirinya Banyu, pihak kampus menilai tetap harus meminta maaf karena saat kasus itu terjadi Banyu masih berstatus dosen tetap.

Selain itu, kata Cecilia, pihaknya juga menyadari, tindakan plagiarisme yang dilakukan Banyu ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi yang berada di Jalan Ciumbuleuit Bandung itu.

“Ini menjadi pelajaran untuk mawas diri seraya mewujudkan peningkatan integritas keunggulan akademik dan etik, keserasian antara identitas yang disandangnya dengan aktivitas yang dilakukannya, serta kesepadanan antara apa yang diajarkan dengan apa yang dikerjakan,” katanya.

Universitas Khatolik Parahyangan Bandung akhirnya memberhentikan Anak Agung Banyu Perwita sebagai dosen di perguruan tinggi itu. Keputusan ini diambil setelah Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan menggelar rapat pada Selasa malam.

“Pengurus Yayasan Khatolik Parahyangan menerima pengunduran diri Anak Agung Banyu Perwita sebagai dosen tetap,” ujar Cecilia.

Menurut Cecilia, pemberhentian ini sebagai respon atas surat pengunduran diri Banyu yang sudah diajukan kepada rektor pada tanggal 8 Februari lalu. “Pengunduran diri ini diajukan dengan sadar sebagai pertanggungjawaban atas kesalahannya melakukan tindakan plagiarisme,” ujar Cecilia.

Dengan begitu, kata dia, terhitung sejak tanggal 16 Februari 2010, Banyu tidak lagi memiliki hubungan kerja dengan Yayasan Universitas Khatolik Parahyangan. “Pemberhentian ini akan segera dilaporkan ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional,” katanya.

Kasus plagiarisme yang dilakukan Banyu ini mencuat setelah artikelnya berjudul “RI as a new middle power?” yang dimuat di harian The Jakarta Post ternyata sama dengan artikel yang ditulis Carl Ungerer, peneliti asal Australia. Tulisan Ungerer berjudul “The ‘Middle Power’ Concept in Australian Foreign Policy” diterbitkan dalam Australian Journal of Politics and History: Volume 53, Number 4, 2007. Harian ini lalu mencabut artikel itu.

Laporan: BAR | Bandung

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100217/tpl-profesor-tersandung-plagiat-unpar-mi-fa55e98.html

Rabu, 17 Februari 2010

Tata tertib untuk dilanggar atau dipatuhi?!

Tiap sekolah, tiap perusahaan atau instansi manapun juga pasti memiliki tata tertib. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah tata tertib dibuat untuk dilanggar atau dipatuhi? atau lagi, dipatuhi karena takut ada sanksinya? Ironis memang apabila kita menjumpai siswa atau anak buah tidak mematuhi tata tertib yang ada. Ironisnya adalah "sudah tau gak boleh...koq tetap dilakukan?"

Apa itu tata tertib? Tata tertib adalah sederetan peraturan yang harus kita patuhi supaya menjadi tertib. Peraturan juga dibuat supaya tidak ada perlakuan istimewa atau ketidakadilan. Dengan kata lain, siapapun yang melanggar aturan...atasan sekalipun akan mendapatkan sanksi. Tetapi mengapa masih ada yang melanggar?

Beberapa alasan yang sempat mampir di dalam pikiran adalah:
  1. Karena tidak ada yang mengawasi. Kebanyakan peraturan dilanggar adalah karena tidak ada orang yang mengawasi. Atau karena tidak ada evaluasi atau inspeksi rutin yang dilakukan dewan direksi atau pihak yang berwenang. Jadi, kita pikir karena tidak adanya inspeksi kita berkata "mungkin si bos sudah lupa dengan peraturan yang satu itu.."
  2. Tergoda. Perangai manusia dibelahan bumi manapun selalu penasaran....punya keingintahuan yang besar atas sesuatu hal yang tidak atau belum diketahuinya..termasuk melanggar peraturan. Untuk membuktikan keingintahuan kita adalah dengan cara melihat rekan kita sendiri melanggar peraturan...kita akan menantikan dengan sabar bagaimana reaksi pimpinan setelah mengetahui ada anak buahnya telah melakukan pelanggaran. Setelah ditunggu-tunggu...lho koq tidak terjadi apa-apa?! Lalu, kita sudah bisa menebak bukan apa yang terjadi?? kita coba juga untuk melakukan pelanggaran...toh temen aku tidak kenapa-kenapa koq....
  3. Dableg. Satu-satunya alasan adalah ingin dikeluarkan...dengan begitu dapat pesangon yang lumayan besar. Kalau di sekolah, sudah bosan bersekolah sehingga ingin pindah ke sekolah yang lain untuk mencari suasana baru. Sehingga si pelaku berpikir "daripada minta pindah lebih baik buat masalah sehingga dikeluarkan..:)" tentunya ini hanya sebuah lelucon yang tidak lucu sebenarnya. Tetapi, ada lho orang yang seperti itu. Sudah melakukan kesalahan dan dihukum tetapi masih saja melakukannya lagi...apa penyebabnya" satu kata yang menjelaskan semuanya DABLEG
Oleh karena itu, mandiri dong...jangan ikut apa kata orang. Orang terjun ke jurang, masa kita ikut terjun juga...tunjukkan bahwa kita ini adalah pribadi yang memiliki integritas...yang memiliki prinsip yang kita pegang teguh. Jadi, apakah tata tertib itu untuk dilanggar atau dipatuhi terserah kepada anda...apabila kita terbiasa melanggar tata tertib maka kita akan menuai apa yang kita lakukan. tetapi apabila kita mematuhi tata tertib yang ada maka kita akan menuai sesuatu yang baik dalam kehidupan kita saat ini dan yang akan datang.


Rabu, 10 Februari 2010

Bertindak Hati-hati

Yos 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Saya membaca koran PR hari ini dengan badan agak penat dengan segala 'permasalahan' yang terjadi di kantor, dan saya tertarik (terkejut) dengan sebuah berita di halaman utama yang menceritakan tentang seorang dekan yang mengundurkan diri dari jabatannya dari sebuah perguruan tinggi swasta ternama di kota Bandung. bahkan, gelar profesor yang disandangnya terancam dicopot.

Padahal, beliau sempat dibanggakan karena dapat meraih gelar profesor pada usia yang relatif muda (+/- pada usia 41 tahun). Ada apa gerangan? menurut beliau karena kecerobohan. Kecerobohannya adalah lupa mencantumkan daftar pustaka atau daftar kutipan dari sebuah artikelnya yang dimuat disebuah surat kabar.

Kecerobohan dapat menimpa siapa saja. seharusnya peristiwa di atas menjadi cermin bukan cemoohan, karena siapa tahu kita pun sedang diambang kecerobohan kita dalam berkata-kata dan mengambil tindakan. Firman Tuhan menasehatkan kita untuk bertindak hati-hati. karena kalau tidak, segala keberuntungan dan keberhasilan tidak akan mengikuti kita.

Karena, segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita adalah anugrah. Jadi tidak layaklah kita apabila kita mengatasnama diri kita sendiri berbangga atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita. Rasa tinggi hati ini biasanya timbul karena kita merasa kita punya kuasa atas sesuatu, punya posisi, atau dekat dengan orang tertentu sehingga tanpa sadar ...tanpa sadar kita telah bertindak melampaui batas. Biasanyalah inilah yang menyebabkan kita jatuh. rusak susu sebelanga oleh sebuah nila setitik.

Oleh karena itu, perhatikan omongan kita. perhatikan tingkah laku kita. perhatikan keputusan yang kita ambil...karena salah bertindak akan berakibat fatal.

Tuhan memberkati.

Jumat, 05 Februari 2010

GREAT SERVANT GREAT SUCCESS

Oleh: Paulus Winarto*

If you want to be great, you must be the servant of all the others.

- Son of Man

Melayani dan melayani. Kata itu seolah menjadi sesuatu yang biasa, kalau tidak mau dibilang basi. Banyak buku, seminar hingga berbagai prinsip-prinsip kehidupan yang mengajarkan bahwa melayani adalah kunci menggapai keberhasilan hidup bahkan kunci untuk hidup pada tingkatan yang lebih tinggi (next level). Tapi apa yang dimaksud dengan melayani?

Setiap orang boleh punya pemahaman yang berbeda tentang kata melayani. Bagi saya melayani adalah tindakan yang dilakukan dengan tulus dan memberikan nilai tambah bagi hidup sesama. Salah satu bentuk memberikan nilai tambah adalah membantu sesama untuk hidup lebih baik, misalnya membantu mereka untuk menggapai prestasi yang lebih baik.

Mentor saya yang juga guru kepemimpinan, John C. Maxwell suatu ketika pernah berujar bahwa dalam diri setiap pengikut (follower) selalu ada tiga pertanyaan mengenai pemimpin mereka (leader), yakni apakah Anda sebagai pemimpin peduli kepada saya (do you care for me)? Bisakah Anda membantu saya menjadi lebih baik (can you help me) serta bisakah saya percayakah kepada Anda sebagai pemimpin saya (can I trust you)?

Nah, pertanyaan kedua dari para pengikut tersebut (can you help me) sangat berhubungan sejauh mana seorang pemimpin bisa menjadi hidup pengikutnya lebih baik. Ini tentu tidak hanya bicara kesejahteraan materi semata (meski pun ini juga salahg satu hal terpenting) tapi juga berbagai aspek kehidupan lainnya.

Misalnya, jika saya adalah karyawan pada perusahaan Anda, bisakah Anda sebagai pemimpin membantu saya menjadi karyawan yang lebih terampil dalam bekerja? Bisakah Anda membantu saya untuk mengembangkan potensi kepemimpinan saya? Bisakah Anda membantu saya agar saya lebih efektif dan efisien dalam bekerja? Singkat cerita, sebagai seorang pemimpin, bisakah kita menjadikan pengikut kita lebih baik dari waktu ke waktu? Jika ia tetap sama sekalipun sudah ikut kita selama sekian tahun, itu artinya kita sebagai pemimpin tidak menumbuhkan dia. Bukankah dengan semakin bertumbuhnya seorang karyawan akan terbuka juga peluang semakin ia bisa memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan?

Di sisi lain jika kita berbicara tentang melayani, sebenarnya kita sedang bicara tentang hidup di luar diri sendiri alias tidak ego oriented. Zig Ziglar benar ketika berkata, “You can have everything in life you want if you will just help enough other people get what they want." Ya, Anda bisa memiliki apa pun dalam hidup ini sepanjang Anda juga mau berusaha untuk membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dengan demikian, pada dasarnya setiap manusia layak (deserve) untuk sukses. Kata “deserve” berasal dari bahasa Latin yaitu “de” yang berarti dari dan “servire” yang berarti melayani. Karenanya, kata “deserve” itu berarti “dari melayani”. Itulah sebabnya, semakin banyak, semakin cepat dan semakin baik Anda melayani orang lain, semakin banyak hal yang layak Anda peroleh dalam hidup ini atau menjadi milik Anda.

Kisah sukses berbagai perusahaan besar membuktikan hal ini. Manakala produk atau jasa sebuah perusahaan bisa menjawab kebutuhan konsumen atau menyelesaikan masalah konsumen, maka pada saat itu profit akan mengalir masuk dengan sendirinya. Misalnya, jalan tol memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan lalu lintas (meski sering juga jalan tol dalam kota di Jakarta yang justru lebih macet daripada jalan biasa). Telepon selular canggih yang memudahkan orang berkomunikasi, tidak hanya bertelepon tapi juga bisa e-mail, chatting dan terhubungan dengan situs jejaring sosial lainnya. Dokter yang dianggap paten dan memiliki banyak pasien, biasanya dikenal luas karena cerita mengenai banyaknya pasien yang sembuh setelah diobatinya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana menerapkan prinsip melayani ini dalam hidup sehari-hari. Berikut ada beberapa tips praktis:


1. Di mana pun Anda berada, selalu tanyakan kepada diri Anda: apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu orang-orang di sekitar Anda lebih sukses lagi? Dengan kata lain apakah kehadiran Anda memberikan dampak yang positif bagi kehidupan mereka?

Jika Anda seorang profesional, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk membantu rekan kerja Anda (terutama atasan langsung Anda) lebih produktif? Sudahkah Anda menjadi problem solver di tempat kerja? Apakah kehadiran Anda membuat target lebih cepat atau lebih mudah tercapai? Ingatlah, karyawan yang memberatkan sebuah perusahaan bukanlah karyawan dengan gaji paling tinggi, namun karyawan yang tidak produktif.

Jika Anda seorang pengusaha, tanyakan bagaimana caranya agar produk atau jasa Anda bisa sungguh memberikan nilai tambah bagi konsumen, bahkan nilai tambah yang sama sekali tidak diberikan oleh perusahaan lain. Jika Anda seorang guru, bagaimana caranya membuat murid-murid Anda menjadi lebih pandai dan berbudi pekerti baik?


2. Secara berkala, evaluasi diri Anda: dalam bidang apa saja Anda merasa masih harus memperbaiki diri dan kinerja Anda? Lakukan ini bersama mentor, rekan kerja atau sahabat-sahabat Anda. Semakin baik diri Anda, semakin banyak yang bisa Anda kontribusikan bagi kehidupan orang lain.

Lakukan ini secara berkala dan sungguh-sungguh. Nama besar alias kesuksesan di masa lalu serta berbagai metoda yang membawa keberhasilan di masa lalu, bukan lagi jaminan untuk membawa Anda meraih hari esok yang lebih baik. Situasi penuh kompetisi telah membuat dunia berubah dengan sangat cepat. Mau terus belajar demi memperbaiki diri dan meningkatkan diri adalah kunci penting untuk dapat terus menjadi pemenang.


3. Libatkan diri Anda dalam kegiatan sosial (non-profit). Dengan demikian Anda selalu memiliki alasan untuk mensyukuri hidup ini sekaligus merasakan hidup Anda bermakna karena Anda telah memberikan nilai tambah bagi sesama yang barangkali tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Anda. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan non-profit kerap kali membuat orang mampu mengembangkan belas kasihan (compassion) dalam hidupnya sehingga di kemudian hari ia semakin dapat bertumbuh menjadi manusia yang memiliki kasih sejati kepada sesama.

Selamat mencoba.


* Motivational Teacher dan Penulis Buku. Beralamat di www.pauluswinarto.com.


sumber : pauluswinarto.com

Selasa, 19 Januari 2010

Selalu ada alasan untuk sebuah tindakan

Roma 5:6-8
  • Ayat 6 : Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
  • Ayat 7 : Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
  • Ayat 8 : Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pernah ga suatu kali kita mendengar atau melihat prilaku dari teman-teman kita yang aneh?! sampai-sampai dihukum oleh guru. misalkan ketahuan merokok atau kasar atau pemarah, lalu dimarahi oleh guru, pernah melihat atau mengalami sendiri?!

Seringkali kita sebagai seorang guru 'lupa' untuk melihat apa yang ada dibalik masalah yang dilakukan oleh siswa kita. Inilah yang akhirnya membuat guru atau orang sudah menghakimi terlebih dahulu tanpa mengetahui alasan yang ada dibalik prilaku tersebut. kecenderungan orang yang menghakimi tidak perduli akan alasan tersebut. Yang penting melihat melakukan, menghukum tetapi tidak berusaha merangkul kemudian mencoba untuk berkomunikasi dengan siswa tersebut.

Tuhan kita sangat perduli dengan keadaan kita yang sebenarnya, bukan yang kelihatan oleh kasat mata. oleh karena itulah mengapa Dia mau mati bagi kita selagi kita masih berdosa. karena bagi Tuhan Yesus kita ini mulia dan berharga di mataNya.

Marilah kita belajar suatu hal bahwa selalu ada alasan untuk sebuah tindakan. Jadilah pendengar yang baik. Jangan terlalu cepat menghakimi dan rangkullah anak-anak kita dan ajarkan / tanamkan nilai-nilai kebenaran ke dalam hati mereka dengan penuh kelemahlembutan.

Minggu, 17 Januari 2010

Rencana Aksi Penurunan Emisi Ditarget Selesai Maret

Minggu, 20 Desember 2009 | 16:19 WIB
Menko Perekonomian Hatta Rajasa

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menargetkan Rencana Aksi Nasional (RAN) penurunan emisi 26 persen selesai pada Maret 2010. Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Minggu (20/1/2009).

"Terkait dengan COP-15 (pertemuan perubahan iklim PBB), kita siapkan Rencana Aksi Indonesia untuk menurunkan emisi 26 persen, pada Maret harus sudah selesai," kata Hatta di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, usai menjemput kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan dari Kopenhagen.

Menurut Hatta, RAN itu akan ditetapkan melalui suatu MRV (Measurement, Reporting and Verification/Pengukuran, Pelaporan dan Verifikasi). "MRV ini penting, oleh karena itu Presiden tadi menegaskan sebelum orang melakukan MRV kepada kita, kita harus melakukan MRV terhadap diri kita sendiri," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah harus mulai membentuk suatu sistem nasional yang tangguh sehingga nanti bisa melakukan evaluasi seluruh agenda dan kegiatan RAN dalam mencapai target penurunan emisi 26 persen pada 2020. Hatta menegaskan bahwa RAN tentang penurunan emisi karbon harus disampaikan hingga ke tingkat daerah provinsi.

Ia juga menjelaskan mengena dua keputusan yang dihasilkan dalam Pertemuan Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, 7-18 Desember 2009. "Pertama adalah yang terkait dengan seluruh rencana kerja selama ini termasuk pertemuan Bali (UNFCCC 2007) dan kedua adalah Copenhagen Accord yang menyebut mengenai bantuan negara-negara terhadap penurunan emisi karbon," katanya.

Sebelumnya Hatta, mengikuti briefing yang dipimpin oleh Presiden Yudhoyono di Bandara Halim Perdana Kusuma setibanya Presiden dari lawatannya ke sejumlah negara di Eropa. Pada kesempatan itu Kepala Negara menyampaikan tindak lanjut dan langkah-langkah yang akan dilakukan pasca lawatannya itu agar hasil pertemuannya dengan sejumlah pemimpin Eropa dapat diwujudkan dalam hal-hal yang nyata.

Ia terutama menyampaikan mengenai hasil pertemuan dwipihak dengan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, Presiden Perancis Nicolas Sarcozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel. "Kemudian agenda multilateral, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim sebagaimana yang menjadi hajat utama kunjungan kerja kita ke Eropa beberapa saat yang lalu," ujarnya.

Sebelumnya saat transit di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Presiden Yudhoyono telah menyatakan bahwa Indonesia menyambut baik disepakatinya naskah "Copenhagen Accord" (Kesepakatan Kopenhagen) menjadi bagian dari konferensi perubahan iklim dan menilainya sebagai hasil yang positif. Ia juga mengatakan bahwa Copenhagen Accord yang disepakati dalam konferensi tentang iklim di Kopenhagen akan diadopsi dalam kerangka kerja pembangunan nasional sehingga Indonesia memiliki program yang sejalan dengan upaya penanganan perubahan iklim.

Sumber :http://sains.kompas.com/

Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

  • Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
  • Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
  • Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
  • Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
  • Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.

Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Dengan memperhatikan dampak pemanasan global yang memiliki skala nasional dan dimensi waktu yang berjangka panjang, maka keberadaan RTRWN menjadi sangat penting. Secara garis besar RTRWN yang telah ditetapkan aspek legalitasnya melalui PP No.47/1997 sebagai penjabaran pasal 20 dari UU No.24/1992 tentang Penataan Ruang memuat arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang negara yang memperlihatkan adanya pola dan struktur wilayah nasional yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.

Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) ; dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi, pertanian, pertambangan, pariwisata, permukiman, dsb). Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi, kelistrikan, sumber daya air, dan air baku.

Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah, maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Oleh karenanya, pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut :

  • globalisasi ekonomi dan implikasinya,
  • otonomi daerah dan implikasinya,
  • penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya,
  • pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan,
  • pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi,
  • daur ulang hidrologi,
  • penanganan land subsidence,
  • pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security, serta
  • pemanasan global dan berbagai dampaknya.

Dengan demikian, maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai, (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir, (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan, (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah, serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir, yang cenderung merugikan kawasan pesisir.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pada pesisir Barat Papua

Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir, yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe, Belawan, Bagansiapi-api, Batam, Kalianda, Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Singkawang, Ketapang, Makassar, Pare-Pare, Sinjai. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran).

Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan, 11 kawasan tertentu, dan 19 kawasan tertinggal. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran).

Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional, namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir, seperti :

  • sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang ± 1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang ± 900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare, Makassar hingga Bulukumba sepanjang ± 250 km).
  • beberapa pelabuhan strategis nasional, seperti Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), Pontianak, Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan Makassar.
  • Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan.
  • Beberapa Bandara strategis seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Semarang.

Untuk kawasan lindung pada RTRWN, maka arahan kebijakan dan kriteria pola pengelolaan kawasan rawan bencana alam, suaka alam-margasatwa, pelestarian alam, dan kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai, dan sungai) perlu dirumuskan untuk dapat mengantisipasi berbagai kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi.

Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas, diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Pada tataran mikro, maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut :

  • Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
  • Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
  • Proteksi ; alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structurebreakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”. seperti pembangunan penahan gelombang (

Sedangkan untuk kawasan lindung, prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai, sempadan sungai, mangrove, terumbu karang, suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat flora-fauna, dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat transit fauna, habitat flora dan fauna langka/dilindungi, kepentingan hankam, dan sebagainya.

Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan, maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu – khususnya hutan tropis - perlu pula mendapatkan perhatian. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi, sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir.

Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam kerangka kebijakan penataan ruang, maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Namun demikian, selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci.

Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut :

  • Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung.
  • Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut, banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya.
  • Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management).
  • Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah - khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig, (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas.
  • Selanjutnya, untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif, diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor berikut :
  • Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir.
  • Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan.
  • Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
  • Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen – baik PP, Keppres, maupun Perda - untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang ‘seimbang’ antar unsur-unsur stakeholders.
sumber : http://geo.ugm.ac.id/archives/28


Spontanitas

(Joh 12:1)
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
(Joh 12:2)
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
(Joh 12:3)
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Coba kita bayangkan bersama...pada saat kita bersama-sama dengan Tuhan Yesus sedang dalam perjamuan makan. Tiba-tiba seorang wanita bernama Maria mengambil minyak narwastu (pada waktu itu harganya konon sekitar 12 juta rupiah) yang mahal kemudian dicurahkan di kaki Tuhan Yesus. Apa yang kita pikirkan? wow...suatu pemandangan yang luar biasa bukan? spontanitas yang akhirnya mengandung banyak reaksi. Seperti yang kita ketahui, Maria dikatakan oleh Tuhan Yesus mengambil bagian yang terbaik dalam melayani Tuhan Yesus sedangkan Marta sibuk melayani di dapur.
Satu bukti kasih yang amat sangat telah ditunjukkan oleh Maria!!! Kasih kepada Tuhan Yesus.

Di dalam
kita mengasihi tentu akan ada emosi yang terlibat. Tidak mungkin kita bilang kita mengasihi seseorang tanpa emosi, bukan? Emosi inilah yang akhirnya menggerakkan hati Maria untuk kembali mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Tuhan kita tidak pernah menyalahkan emosi, Tuhan kita tidak pernah pula menyalahkan spontanitas kita dalam mengasihi Tuhan. Justru Tuhan Yesus sangat menyukai hal itu, karena ada gairah / passion dalam kita melakukan tindakan yang spontan dalam mengasihi Tuhan.

Sekarang ini banyak sekali gereja-gereja dihadiri oleh orang-orang yang tidak bergairah untuk mencari hadiratNya. Orang tidak lagi mencari hadirat Tuhan tetapi mencari kenyamanan pribadi dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan. Tanpa sadar, hal tersebut menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya menjadi prioritas utama kita pada saat datang beribadah. Oleh karena itu, temukan gairah, dan lakukan tindakan-tindakan yang spontan yang menunjukkan kalau kita masih mengasihi Tuhan sama seperti Maria mempersembahkan yang terbaik.



(Joh 12:4)
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
(Joh 12:5)
"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
(Joh 12:6)
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Hal kedua, berbicara tentang motivasi dibalik perbuatan kita. Pada ayat ke 5 tertulis sebuah saran yang tampaknya baik oleh kita semua, bukan? Daripada Minyak Narwastu itu dibuang-buang lebih baik dijual kemudian uangnya dibagi-bagikan kepada orang miskin. Kalau benar demikian, rasanya Yesus tidak mungkin protes. Tetapi yang jadi masalah adalah, motivasi Yudas mengatakan hal tersebut adalah karena dia tidak benar-benar memperhatikan nasib orang miskin tetapi Yudas sering mengambil uang yang disimpan dalam kas.

Seringkali dalam melakukan tindakan kita memiliki motivasi yang tidak kudus sekalipun hal tersebut adalah hal yang rohani atau benar menurut pandangan mata orang lain. Tetapi motivasi yang tidak kudus seringkali baru muncul setelah beberapa waktu lamanya. Hal yang disembunyikan rapat-rapat pasti akan tercium juga, kan?!

Disini diperlukan sikap hati yang tulus penuh kejujuran yang kita sebut dengan integritas. Berintegritas artinya berani transparan di hadapan orang lain. sehingga kita ada lagi maksud tertentu yang sebenarnya untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri. jaga ketulusan hati kita di hadapan Tuhan.

(Joh 12:7)
Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
(Joh 12:8)
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Manfaatkan waktu bersama dengan Tuhan dengan sungguh-sungguh! waktu bermain selalu ada, waktu untuk nonton televisipun bisa kapan saja. Tetapi seringkali kita masih mencuri waktu kita bersama Tuhan. Pada saat ibadah masih bisa ngobrol atau tidak berkonsentrasi pada saat Firman Tuhan disampaikan. Padahal, ibadah hanya 1 kali dalam seminggu.

Bangkitkan gairah kita untuk mencari Hadirat Tuhan dalam ibadah kita. Dan ingatlah bahwa Tuhan kita sangat menyukai spontanitas yang kita lakukan sebagai rasa kasih kita kepada Tuhan. Jaga ketulusan kita pada saat kita datang menghadap Hadirat Tuhan. kemudian, manfaatkan waktu yang ada bersama dengan Tuhan. sehingga waktu itu benar-benar merupakan golden time kita bersama dengan Tuhan. Amin.

Tulisan ini terinspirasi dari Firman Tuhan yang disampaikan oleh Bapak Pdp.Stefanus R.,S.T. pada hari minggu, 17 Januari 2010 di Youth Professional Community Rehoboth Bandung.

Kalender Pendidikan Sem.2 Tahun Pelajaran 2009-2010

Sabtu, 16 Januari 2010

Siswa dan Guru Dukung Penolakan UN

Sabtu, 16 Januari 2010 , 07:28:00
BANDUNG, (PRLM).- Ratusan siswa, orang tua, guru, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat Kota Bandung akan bertolak ke Jakarta untuk mendukung kampanye menolak Ujian Nasional (UN). Mereka akan bergabung dengan peserta kampanye lainnya dari berbagai daerah yang akan digelar Minggu (17/1) di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta.

Koordinator Koalisi Pendidikan Kota Bandung Iwan Hermawan mengatakan, para siswa, guru, orang tua, dan sejumlah aktivis pendidikan ini akan bertolak dari Bandung pada Minggu pagi. ”Kita akan berkumpul di Stasiun Bandung pukul 5.00 WIB pagi untuk ikut bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan karena sudah cukup banyak dukungan yang masuk,” katanya.

Iwan yang juga Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengatakan, keterlibatan siswa dalam kampanye ini adalah atas inisiatif pribadi. Selain itu, karena aksi ini dilakukan pada hari Minggu, maka kegiatan belajar siswa di sekolah tidak akan terganggu.

”Lagipula kita tidak menginap, langsung pulang pergi, sehingga sama sekali tidak mengganggu. Untuk dukungan keuangan juga banyak pihak yang membantu. Seperti tadi ada sekolah yang berinisiatif memberikan dukungan untuk konsumsi anak-anak,” ucapnya.

Iwan menuturkan, selain dari Bandung, peserta aksi juga berasal dari berbagai daerah. Seperti Bekasi, Banten, Lampung, dan sejumlah daerah lainnya. ”Kita juga berharap elemen pendidikan di daerah lain ikut menggelar aksi serupa, kampanye untuk memberikan informasi kepada publik terkait dengan UN ini. Dengan begitu masyarakat semakin paham permasalahan UN ini,” tuturnya.

Hal lainnya, Iwan meminta Kementerian Pendidikan Nasional, jika UN tetap dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional tidak lagi melakukan sikap yang represif kepada para guru yang berani dan jujur mengungkapkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN. Sebab berdasarkan pengalaman tahun-tahun yang lalu, guru–guru yang berani menyampaikan adanya kecurangan UN justru mendapatkan sanksi dari Kementerian Pendidikan Nasional ataupun dari Dinas Pendidikan
setempat. (A-157/A-147)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Rabu, 13 Januari 2010

REUNI AKBAR ALUMNI SEKOLAH REHOBOTH SEMUA ANGKATAN

Wah...wah...wah...bakalan diadain reuni nih!!! Reuni alumni Sekolah Rehoboth semua angkatan !! it means:
  1. Yang lulusan SD ajah
  2. Yang lulusan SMP ajah
  3. Yang lulusan SMA ajah
  4. Yang lulusan SD sampe SMP ajah
  5. Yang lulusan SD sampe SMA
  6. Pokoknya yang pernah bersekolah di Sekolah Rehoboth
Diundang buat ikutan reuni akbar!!! semua guru dan mantan guru pun diundang hadir. semuanya ini dalam rangka 25 tahun YBPK Rehoboth.

Informasi lebih lanjut tungguin ajah !!!!

Jumat, 08 Januari 2010

Retreat Guru YBPK Rehoboth

Tanggal 4 - 5 Januari 2010 telah diadakan Retreat guru YBPK Rehoboth. artinya seluruh guru mulai dari TK sampai SMA kumpul semua di hotel Cherish. Kami mulai sesi jam 1 siang dan berakhir jam 11 siang esok harinya. acara yang cukup padat ini membuat seluruh acara dapat kami ikuti dengan tertib dan tak terasa.

Retreat ini dibawakan oleh seorang hamba tuhan yang sangat luar biasa yaitu Pa Ery Prasadja. Seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan menjadi dosen INTI bandung. tiga sesi dibawakan oleh Pa Ery. Dua sesi di hari pertama dan sesi terakhir di hari ke dua dengan tema SPIRITUALISME DALAM MENGAJAR.

Poin yang cukup penting adalah :
  1. Kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Seluruh keberadaan kita adalah untuk menyatakan kemuliaanNya. Jadi, ntah masalah besar ato usaha bangkrut..semuanya terjadi adalah untuk menyatakan kemuliaanNya. Jadi, kita dipanggil untuk menjadi kristen bukan hanya meminta atau mengharapkan berkat semata...atau berdoa minta aku...semua aku...supaya aku...apapun kondisi kita baik kaya ataupun miskin, mau profesi apapun juga semuanya untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.
  2. Di dalam disiplin yang Tuhan Yesus ajarkan ada kasih dan pengampunan. Seberapa kali seseorang meminta maaf karena kesalahannya kita harus mengampuninya.
  3. Dunia yang kita hidupi sekarang adalah dunia yang penuh dengan kebenaran ala legalitas (segala sesuatu benar kalau orang banyak bilang seperti itu). sulit sekali bagi kita untuk berjalan dalam kebenaran. oleh karena itu diperlukan yang namanya integritas dan diperlukan pula lebih daripada integritas yaitu legacy.
  4. Iman dan hati nurani yang murni harus berjalanan berdampingan. apabila hati nurani kita abaikan sedangkan iman kita kuat maka kapal kita akan kandas (ship wreck). hati nurani diperlukan untuk memfleksibelkan iman sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. hati nurani berperan maka akan banyak kasih dan pengampunan yang diberikan.
Retreat kali ini, membuat kami berpikir akan peran kami sebagai guru. apa yang menjadi motivasi kami menjadi seorang guru, lalu apa hasil yang diharapkan pada saat kita menjadi seorang guru..semuanya ini membuat kami semakin ingin meningkatkan kemampuan kami ber empati terhadap masalah yang dihadapi peserta didik kami.

kiranya Rehoboth boleh semakin berjaya dan memuliakan Tuhan melalui lulusannya yang sangat mengasihi Tuhan.