Meraih Prestasi Melalui Kristus

Banyak cara untuk meraih prestasi. Kuncinya satu yaitu ketekunan. Dengan ketekunan, siapapun...siapapun dapat meraih prestasi. Bagaimana kita menggambarkan prestasi? biasanya prestasi digambarkan sebagai tercapainya target yang kita tetapkan. Setelah kita mencapai target tersebut, maka kita telah berprestasi.

Tetapi, melalui Kristus prestasi yang kita dapat bukan hanya tercapainya target tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita prestasi demi prestasi yang melampaui target kita.

Target yang terbaik dari yang terbaik yang akan kita dapatkan kalau kita dapat meraihnya melalui Kristus!

Jumat, 05 Februari 2010

GREAT SERVANT GREAT SUCCESS

Oleh: Paulus Winarto*

If you want to be great, you must be the servant of all the others.

- Son of Man

Melayani dan melayani. Kata itu seolah menjadi sesuatu yang biasa, kalau tidak mau dibilang basi. Banyak buku, seminar hingga berbagai prinsip-prinsip kehidupan yang mengajarkan bahwa melayani adalah kunci menggapai keberhasilan hidup bahkan kunci untuk hidup pada tingkatan yang lebih tinggi (next level). Tapi apa yang dimaksud dengan melayani?

Setiap orang boleh punya pemahaman yang berbeda tentang kata melayani. Bagi saya melayani adalah tindakan yang dilakukan dengan tulus dan memberikan nilai tambah bagi hidup sesama. Salah satu bentuk memberikan nilai tambah adalah membantu sesama untuk hidup lebih baik, misalnya membantu mereka untuk menggapai prestasi yang lebih baik.

Mentor saya yang juga guru kepemimpinan, John C. Maxwell suatu ketika pernah berujar bahwa dalam diri setiap pengikut (follower) selalu ada tiga pertanyaan mengenai pemimpin mereka (leader), yakni apakah Anda sebagai pemimpin peduli kepada saya (do you care for me)? Bisakah Anda membantu saya menjadi lebih baik (can you help me) serta bisakah saya percayakah kepada Anda sebagai pemimpin saya (can I trust you)?

Nah, pertanyaan kedua dari para pengikut tersebut (can you help me) sangat berhubungan sejauh mana seorang pemimpin bisa menjadi hidup pengikutnya lebih baik. Ini tentu tidak hanya bicara kesejahteraan materi semata (meski pun ini juga salahg satu hal terpenting) tapi juga berbagai aspek kehidupan lainnya.

Misalnya, jika saya adalah karyawan pada perusahaan Anda, bisakah Anda sebagai pemimpin membantu saya menjadi karyawan yang lebih terampil dalam bekerja? Bisakah Anda membantu saya untuk mengembangkan potensi kepemimpinan saya? Bisakah Anda membantu saya agar saya lebih efektif dan efisien dalam bekerja? Singkat cerita, sebagai seorang pemimpin, bisakah kita menjadikan pengikut kita lebih baik dari waktu ke waktu? Jika ia tetap sama sekalipun sudah ikut kita selama sekian tahun, itu artinya kita sebagai pemimpin tidak menumbuhkan dia. Bukankah dengan semakin bertumbuhnya seorang karyawan akan terbuka juga peluang semakin ia bisa memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan?

Di sisi lain jika kita berbicara tentang melayani, sebenarnya kita sedang bicara tentang hidup di luar diri sendiri alias tidak ego oriented. Zig Ziglar benar ketika berkata, “You can have everything in life you want if you will just help enough other people get what they want." Ya, Anda bisa memiliki apa pun dalam hidup ini sepanjang Anda juga mau berusaha untuk membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dengan demikian, pada dasarnya setiap manusia layak (deserve) untuk sukses. Kata “deserve” berasal dari bahasa Latin yaitu “de” yang berarti dari dan “servire” yang berarti melayani. Karenanya, kata “deserve” itu berarti “dari melayani”. Itulah sebabnya, semakin banyak, semakin cepat dan semakin baik Anda melayani orang lain, semakin banyak hal yang layak Anda peroleh dalam hidup ini atau menjadi milik Anda.

Kisah sukses berbagai perusahaan besar membuktikan hal ini. Manakala produk atau jasa sebuah perusahaan bisa menjawab kebutuhan konsumen atau menyelesaikan masalah konsumen, maka pada saat itu profit akan mengalir masuk dengan sendirinya. Misalnya, jalan tol memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan lalu lintas (meski sering juga jalan tol dalam kota di Jakarta yang justru lebih macet daripada jalan biasa). Telepon selular canggih yang memudahkan orang berkomunikasi, tidak hanya bertelepon tapi juga bisa e-mail, chatting dan terhubungan dengan situs jejaring sosial lainnya. Dokter yang dianggap paten dan memiliki banyak pasien, biasanya dikenal luas karena cerita mengenai banyaknya pasien yang sembuh setelah diobatinya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana menerapkan prinsip melayani ini dalam hidup sehari-hari. Berikut ada beberapa tips praktis:


1. Di mana pun Anda berada, selalu tanyakan kepada diri Anda: apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu orang-orang di sekitar Anda lebih sukses lagi? Dengan kata lain apakah kehadiran Anda memberikan dampak yang positif bagi kehidupan mereka?

Jika Anda seorang profesional, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk membantu rekan kerja Anda (terutama atasan langsung Anda) lebih produktif? Sudahkah Anda menjadi problem solver di tempat kerja? Apakah kehadiran Anda membuat target lebih cepat atau lebih mudah tercapai? Ingatlah, karyawan yang memberatkan sebuah perusahaan bukanlah karyawan dengan gaji paling tinggi, namun karyawan yang tidak produktif.

Jika Anda seorang pengusaha, tanyakan bagaimana caranya agar produk atau jasa Anda bisa sungguh memberikan nilai tambah bagi konsumen, bahkan nilai tambah yang sama sekali tidak diberikan oleh perusahaan lain. Jika Anda seorang guru, bagaimana caranya membuat murid-murid Anda menjadi lebih pandai dan berbudi pekerti baik?


2. Secara berkala, evaluasi diri Anda: dalam bidang apa saja Anda merasa masih harus memperbaiki diri dan kinerja Anda? Lakukan ini bersama mentor, rekan kerja atau sahabat-sahabat Anda. Semakin baik diri Anda, semakin banyak yang bisa Anda kontribusikan bagi kehidupan orang lain.

Lakukan ini secara berkala dan sungguh-sungguh. Nama besar alias kesuksesan di masa lalu serta berbagai metoda yang membawa keberhasilan di masa lalu, bukan lagi jaminan untuk membawa Anda meraih hari esok yang lebih baik. Situasi penuh kompetisi telah membuat dunia berubah dengan sangat cepat. Mau terus belajar demi memperbaiki diri dan meningkatkan diri adalah kunci penting untuk dapat terus menjadi pemenang.


3. Libatkan diri Anda dalam kegiatan sosial (non-profit). Dengan demikian Anda selalu memiliki alasan untuk mensyukuri hidup ini sekaligus merasakan hidup Anda bermakna karena Anda telah memberikan nilai tambah bagi sesama yang barangkali tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Anda. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan non-profit kerap kali membuat orang mampu mengembangkan belas kasihan (compassion) dalam hidupnya sehingga di kemudian hari ia semakin dapat bertumbuh menjadi manusia yang memiliki kasih sejati kepada sesama.

Selamat mencoba.


* Motivational Teacher dan Penulis Buku. Beralamat di www.pauluswinarto.com.


sumber : pauluswinarto.com

Selasa, 19 Januari 2010

Selalu ada alasan untuk sebuah tindakan

Roma 5:6-8
  • Ayat 6 : Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
  • Ayat 7 : Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
  • Ayat 8 : Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pernah ga suatu kali kita mendengar atau melihat prilaku dari teman-teman kita yang aneh?! sampai-sampai dihukum oleh guru. misalkan ketahuan merokok atau kasar atau pemarah, lalu dimarahi oleh guru, pernah melihat atau mengalami sendiri?!

Seringkali kita sebagai seorang guru 'lupa' untuk melihat apa yang ada dibalik masalah yang dilakukan oleh siswa kita. Inilah yang akhirnya membuat guru atau orang sudah menghakimi terlebih dahulu tanpa mengetahui alasan yang ada dibalik prilaku tersebut. kecenderungan orang yang menghakimi tidak perduli akan alasan tersebut. Yang penting melihat melakukan, menghukum tetapi tidak berusaha merangkul kemudian mencoba untuk berkomunikasi dengan siswa tersebut.

Tuhan kita sangat perduli dengan keadaan kita yang sebenarnya, bukan yang kelihatan oleh kasat mata. oleh karena itulah mengapa Dia mau mati bagi kita selagi kita masih berdosa. karena bagi Tuhan Yesus kita ini mulia dan berharga di mataNya.

Marilah kita belajar suatu hal bahwa selalu ada alasan untuk sebuah tindakan. Jadilah pendengar yang baik. Jangan terlalu cepat menghakimi dan rangkullah anak-anak kita dan ajarkan / tanamkan nilai-nilai kebenaran ke dalam hati mereka dengan penuh kelemahlembutan.

Minggu, 17 Januari 2010

Rencana Aksi Penurunan Emisi Ditarget Selesai Maret

Minggu, 20 Desember 2009 | 16:19 WIB
Menko Perekonomian Hatta Rajasa

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menargetkan Rencana Aksi Nasional (RAN) penurunan emisi 26 persen selesai pada Maret 2010. Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Minggu (20/1/2009).

"Terkait dengan COP-15 (pertemuan perubahan iklim PBB), kita siapkan Rencana Aksi Indonesia untuk menurunkan emisi 26 persen, pada Maret harus sudah selesai," kata Hatta di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, usai menjemput kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan dari Kopenhagen.

Menurut Hatta, RAN itu akan ditetapkan melalui suatu MRV (Measurement, Reporting and Verification/Pengukuran, Pelaporan dan Verifikasi). "MRV ini penting, oleh karena itu Presiden tadi menegaskan sebelum orang melakukan MRV kepada kita, kita harus melakukan MRV terhadap diri kita sendiri," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah harus mulai membentuk suatu sistem nasional yang tangguh sehingga nanti bisa melakukan evaluasi seluruh agenda dan kegiatan RAN dalam mencapai target penurunan emisi 26 persen pada 2020. Hatta menegaskan bahwa RAN tentang penurunan emisi karbon harus disampaikan hingga ke tingkat daerah provinsi.

Ia juga menjelaskan mengena dua keputusan yang dihasilkan dalam Pertemuan Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, 7-18 Desember 2009. "Pertama adalah yang terkait dengan seluruh rencana kerja selama ini termasuk pertemuan Bali (UNFCCC 2007) dan kedua adalah Copenhagen Accord yang menyebut mengenai bantuan negara-negara terhadap penurunan emisi karbon," katanya.

Sebelumnya Hatta, mengikuti briefing yang dipimpin oleh Presiden Yudhoyono di Bandara Halim Perdana Kusuma setibanya Presiden dari lawatannya ke sejumlah negara di Eropa. Pada kesempatan itu Kepala Negara menyampaikan tindak lanjut dan langkah-langkah yang akan dilakukan pasca lawatannya itu agar hasil pertemuannya dengan sejumlah pemimpin Eropa dapat diwujudkan dalam hal-hal yang nyata.

Ia terutama menyampaikan mengenai hasil pertemuan dwipihak dengan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, Presiden Perancis Nicolas Sarcozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel. "Kemudian agenda multilateral, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim sebagaimana yang menjadi hajat utama kunjungan kerja kita ke Eropa beberapa saat yang lalu," ujarnya.

Sebelumnya saat transit di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Presiden Yudhoyono telah menyatakan bahwa Indonesia menyambut baik disepakatinya naskah "Copenhagen Accord" (Kesepakatan Kopenhagen) menjadi bagian dari konferensi perubahan iklim dan menilainya sebagai hasil yang positif. Ia juga mengatakan bahwa Copenhagen Accord yang disepakati dalam konferensi tentang iklim di Kopenhagen akan diadopsi dalam kerangka kerja pembangunan nasional sehingga Indonesia memiliki program yang sejalan dengan upaya penanganan perubahan iklim.

Sumber :http://sains.kompas.com/

Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

  • Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
  • Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
  • Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
  • Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
  • Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.

Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Dengan memperhatikan dampak pemanasan global yang memiliki skala nasional dan dimensi waktu yang berjangka panjang, maka keberadaan RTRWN menjadi sangat penting. Secara garis besar RTRWN yang telah ditetapkan aspek legalitasnya melalui PP No.47/1997 sebagai penjabaran pasal 20 dari UU No.24/1992 tentang Penataan Ruang memuat arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang negara yang memperlihatkan adanya pola dan struktur wilayah nasional yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.

Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) ; dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi, pertanian, pertambangan, pariwisata, permukiman, dsb). Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi, kelistrikan, sumber daya air, dan air baku.

Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah, maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Oleh karenanya, pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut :

  • globalisasi ekonomi dan implikasinya,
  • otonomi daerah dan implikasinya,
  • penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya,
  • pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan,
  • pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi,
  • daur ulang hidrologi,
  • penanganan land subsidence,
  • pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security, serta
  • pemanasan global dan berbagai dampaknya.

Dengan demikian, maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai, (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir, (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan, (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah, serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir, yang cenderung merugikan kawasan pesisir.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pada pesisir Barat Papua

Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir, yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe, Belawan, Bagansiapi-api, Batam, Kalianda, Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Singkawang, Ketapang, Makassar, Pare-Pare, Sinjai. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran).

Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan, 11 kawasan tertentu, dan 19 kawasan tertinggal. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran).

Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional, namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir, seperti :

  • sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang ± 1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang ± 900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare, Makassar hingga Bulukumba sepanjang ± 250 km).
  • beberapa pelabuhan strategis nasional, seperti Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), Pontianak, Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan Makassar.
  • Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan.
  • Beberapa Bandara strategis seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Semarang.

Untuk kawasan lindung pada RTRWN, maka arahan kebijakan dan kriteria pola pengelolaan kawasan rawan bencana alam, suaka alam-margasatwa, pelestarian alam, dan kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai, dan sungai) perlu dirumuskan untuk dapat mengantisipasi berbagai kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi.

Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas, diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Pada tataran mikro, maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut :

  • Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
  • Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
  • Proteksi ; alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structurebreakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”. seperti pembangunan penahan gelombang (

Sedangkan untuk kawasan lindung, prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai, sempadan sungai, mangrove, terumbu karang, suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat flora-fauna, dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat transit fauna, habitat flora dan fauna langka/dilindungi, kepentingan hankam, dan sebagainya.

Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan, maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu – khususnya hutan tropis - perlu pula mendapatkan perhatian. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi, sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir.

Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam kerangka kebijakan penataan ruang, maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Namun demikian, selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci.

Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut :

  • Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung.
  • Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut, banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya.
  • Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management).
  • Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah - khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig, (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas.
  • Selanjutnya, untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif, diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor berikut :
  • Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir.
  • Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan.
  • Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
  • Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen – baik PP, Keppres, maupun Perda - untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang ‘seimbang’ antar unsur-unsur stakeholders.
sumber : http://geo.ugm.ac.id/archives/28


Spontanitas

(Joh 12:1)
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
(Joh 12:2)
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
(Joh 12:3)
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Coba kita bayangkan bersama...pada saat kita bersama-sama dengan Tuhan Yesus sedang dalam perjamuan makan. Tiba-tiba seorang wanita bernama Maria mengambil minyak narwastu (pada waktu itu harganya konon sekitar 12 juta rupiah) yang mahal kemudian dicurahkan di kaki Tuhan Yesus. Apa yang kita pikirkan? wow...suatu pemandangan yang luar biasa bukan? spontanitas yang akhirnya mengandung banyak reaksi. Seperti yang kita ketahui, Maria dikatakan oleh Tuhan Yesus mengambil bagian yang terbaik dalam melayani Tuhan Yesus sedangkan Marta sibuk melayani di dapur.
Satu bukti kasih yang amat sangat telah ditunjukkan oleh Maria!!! Kasih kepada Tuhan Yesus.

Di dalam
kita mengasihi tentu akan ada emosi yang terlibat. Tidak mungkin kita bilang kita mengasihi seseorang tanpa emosi, bukan? Emosi inilah yang akhirnya menggerakkan hati Maria untuk kembali mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Tuhan kita tidak pernah menyalahkan emosi, Tuhan kita tidak pernah pula menyalahkan spontanitas kita dalam mengasihi Tuhan. Justru Tuhan Yesus sangat menyukai hal itu, karena ada gairah / passion dalam kita melakukan tindakan yang spontan dalam mengasihi Tuhan.

Sekarang ini banyak sekali gereja-gereja dihadiri oleh orang-orang yang tidak bergairah untuk mencari hadiratNya. Orang tidak lagi mencari hadirat Tuhan tetapi mencari kenyamanan pribadi dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan. Tanpa sadar, hal tersebut menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya menjadi prioritas utama kita pada saat datang beribadah. Oleh karena itu, temukan gairah, dan lakukan tindakan-tindakan yang spontan yang menunjukkan kalau kita masih mengasihi Tuhan sama seperti Maria mempersembahkan yang terbaik.



(Joh 12:4)
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
(Joh 12:5)
"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
(Joh 12:6)
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Hal kedua, berbicara tentang motivasi dibalik perbuatan kita. Pada ayat ke 5 tertulis sebuah saran yang tampaknya baik oleh kita semua, bukan? Daripada Minyak Narwastu itu dibuang-buang lebih baik dijual kemudian uangnya dibagi-bagikan kepada orang miskin. Kalau benar demikian, rasanya Yesus tidak mungkin protes. Tetapi yang jadi masalah adalah, motivasi Yudas mengatakan hal tersebut adalah karena dia tidak benar-benar memperhatikan nasib orang miskin tetapi Yudas sering mengambil uang yang disimpan dalam kas.

Seringkali dalam melakukan tindakan kita memiliki motivasi yang tidak kudus sekalipun hal tersebut adalah hal yang rohani atau benar menurut pandangan mata orang lain. Tetapi motivasi yang tidak kudus seringkali baru muncul setelah beberapa waktu lamanya. Hal yang disembunyikan rapat-rapat pasti akan tercium juga, kan?!

Disini diperlukan sikap hati yang tulus penuh kejujuran yang kita sebut dengan integritas. Berintegritas artinya berani transparan di hadapan orang lain. sehingga kita ada lagi maksud tertentu yang sebenarnya untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri. jaga ketulusan hati kita di hadapan Tuhan.

(Joh 12:7)
Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
(Joh 12:8)
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Manfaatkan waktu bersama dengan Tuhan dengan sungguh-sungguh! waktu bermain selalu ada, waktu untuk nonton televisipun bisa kapan saja. Tetapi seringkali kita masih mencuri waktu kita bersama Tuhan. Pada saat ibadah masih bisa ngobrol atau tidak berkonsentrasi pada saat Firman Tuhan disampaikan. Padahal, ibadah hanya 1 kali dalam seminggu.

Bangkitkan gairah kita untuk mencari Hadirat Tuhan dalam ibadah kita. Dan ingatlah bahwa Tuhan kita sangat menyukai spontanitas yang kita lakukan sebagai rasa kasih kita kepada Tuhan. Jaga ketulusan kita pada saat kita datang menghadap Hadirat Tuhan. kemudian, manfaatkan waktu yang ada bersama dengan Tuhan. sehingga waktu itu benar-benar merupakan golden time kita bersama dengan Tuhan. Amin.

Tulisan ini terinspirasi dari Firman Tuhan yang disampaikan oleh Bapak Pdp.Stefanus R.,S.T. pada hari minggu, 17 Januari 2010 di Youth Professional Community Rehoboth Bandung.

Kalender Pendidikan Sem.2 Tahun Pelajaran 2009-2010

Sabtu, 16 Januari 2010

Siswa dan Guru Dukung Penolakan UN

Sabtu, 16 Januari 2010 , 07:28:00
BANDUNG, (PRLM).- Ratusan siswa, orang tua, guru, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat Kota Bandung akan bertolak ke Jakarta untuk mendukung kampanye menolak Ujian Nasional (UN). Mereka akan bergabung dengan peserta kampanye lainnya dari berbagai daerah yang akan digelar Minggu (17/1) di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta.

Koordinator Koalisi Pendidikan Kota Bandung Iwan Hermawan mengatakan, para siswa, guru, orang tua, dan sejumlah aktivis pendidikan ini akan bertolak dari Bandung pada Minggu pagi. ”Kita akan berkumpul di Stasiun Bandung pukul 5.00 WIB pagi untuk ikut bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan karena sudah cukup banyak dukungan yang masuk,” katanya.

Iwan yang juga Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengatakan, keterlibatan siswa dalam kampanye ini adalah atas inisiatif pribadi. Selain itu, karena aksi ini dilakukan pada hari Minggu, maka kegiatan belajar siswa di sekolah tidak akan terganggu.

”Lagipula kita tidak menginap, langsung pulang pergi, sehingga sama sekali tidak mengganggu. Untuk dukungan keuangan juga banyak pihak yang membantu. Seperti tadi ada sekolah yang berinisiatif memberikan dukungan untuk konsumsi anak-anak,” ucapnya.

Iwan menuturkan, selain dari Bandung, peserta aksi juga berasal dari berbagai daerah. Seperti Bekasi, Banten, Lampung, dan sejumlah daerah lainnya. ”Kita juga berharap elemen pendidikan di daerah lain ikut menggelar aksi serupa, kampanye untuk memberikan informasi kepada publik terkait dengan UN ini. Dengan begitu masyarakat semakin paham permasalahan UN ini,” tuturnya.

Hal lainnya, Iwan meminta Kementerian Pendidikan Nasional, jika UN tetap dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional tidak lagi melakukan sikap yang represif kepada para guru yang berani dan jujur mengungkapkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN. Sebab berdasarkan pengalaman tahun-tahun yang lalu, guru–guru yang berani menyampaikan adanya kecurangan UN justru mendapatkan sanksi dari Kementerian Pendidikan Nasional ataupun dari Dinas Pendidikan
setempat. (A-157/A-147)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Rabu, 13 Januari 2010

REUNI AKBAR ALUMNI SEKOLAH REHOBOTH SEMUA ANGKATAN

Wah...wah...wah...bakalan diadain reuni nih!!! Reuni alumni Sekolah Rehoboth semua angkatan !! it means:
  1. Yang lulusan SD ajah
  2. Yang lulusan SMP ajah
  3. Yang lulusan SMA ajah
  4. Yang lulusan SD sampe SMP ajah
  5. Yang lulusan SD sampe SMA
  6. Pokoknya yang pernah bersekolah di Sekolah Rehoboth
Diundang buat ikutan reuni akbar!!! semua guru dan mantan guru pun diundang hadir. semuanya ini dalam rangka 25 tahun YBPK Rehoboth.

Informasi lebih lanjut tungguin ajah !!!!

Jumat, 08 Januari 2010

Retreat Guru YBPK Rehoboth

Tanggal 4 - 5 Januari 2010 telah diadakan Retreat guru YBPK Rehoboth. artinya seluruh guru mulai dari TK sampai SMA kumpul semua di hotel Cherish. Kami mulai sesi jam 1 siang dan berakhir jam 11 siang esok harinya. acara yang cukup padat ini membuat seluruh acara dapat kami ikuti dengan tertib dan tak terasa.

Retreat ini dibawakan oleh seorang hamba tuhan yang sangat luar biasa yaitu Pa Ery Prasadja. Seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan menjadi dosen INTI bandung. tiga sesi dibawakan oleh Pa Ery. Dua sesi di hari pertama dan sesi terakhir di hari ke dua dengan tema SPIRITUALISME DALAM MENGAJAR.

Poin yang cukup penting adalah :
  1. Kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Seluruh keberadaan kita adalah untuk menyatakan kemuliaanNya. Jadi, ntah masalah besar ato usaha bangkrut..semuanya terjadi adalah untuk menyatakan kemuliaanNya. Jadi, kita dipanggil untuk menjadi kristen bukan hanya meminta atau mengharapkan berkat semata...atau berdoa minta aku...semua aku...supaya aku...apapun kondisi kita baik kaya ataupun miskin, mau profesi apapun juga semuanya untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.
  2. Di dalam disiplin yang Tuhan Yesus ajarkan ada kasih dan pengampunan. Seberapa kali seseorang meminta maaf karena kesalahannya kita harus mengampuninya.
  3. Dunia yang kita hidupi sekarang adalah dunia yang penuh dengan kebenaran ala legalitas (segala sesuatu benar kalau orang banyak bilang seperti itu). sulit sekali bagi kita untuk berjalan dalam kebenaran. oleh karena itu diperlukan yang namanya integritas dan diperlukan pula lebih daripada integritas yaitu legacy.
  4. Iman dan hati nurani yang murni harus berjalanan berdampingan. apabila hati nurani kita abaikan sedangkan iman kita kuat maka kapal kita akan kandas (ship wreck). hati nurani diperlukan untuk memfleksibelkan iman sehingga dapat diterapkan dalam segala kondisi. hati nurani berperan maka akan banyak kasih dan pengampunan yang diberikan.
Retreat kali ini, membuat kami berpikir akan peran kami sebagai guru. apa yang menjadi motivasi kami menjadi seorang guru, lalu apa hasil yang diharapkan pada saat kita menjadi seorang guru..semuanya ini membuat kami semakin ingin meningkatkan kemampuan kami ber empati terhadap masalah yang dihadapi peserta didik kami.

kiranya Rehoboth boleh semakin berjaya dan memuliakan Tuhan melalui lulusannya yang sangat mengasihi Tuhan.

Minggu, 27 Desember 2009

Keyakinan Vs Kompetensi

Apa itu keyakinan???? apa itu kompetensi???? manakah yang akan didahulukan terutama, keyakinan atau kompetensi??? Seseorang dikatakan berhasil atau sukses itu karena keyakinan atau kompetensi??? Mari kita lihat saat ini dari definisi terlebih dahulu...apa itu keyakinan...apa itu kompetensi...
  • Keyakinan adalah : apabila seseorang merasa mampu melakukan sesuatu
  • Kompetensi adalah : apabila seseorang mampu melakukan sesuatu
Jadi apabila seseorang memiliki kompetensi dalam bidangnya, itu berarti dia mampu untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Tetapi apabila dia merasa mampu untuk melakukannya belum tentu dia bisa mengerjakannya. Keyakinan yang terlalu besarpun dapat membuat kita lupa diri dan akhirnya akan mengakibatkan kita hanya melakukan lip service tanpa kita dapat membuktikan apa yang kita yakini.

Nah, sekarang...apa yang menyebabkan orang dapat bertahan pada saat ada masalah dalam pekerjaannya...apakah kompetensi atau keyakinan??? jawabannya adalah keyakinan. Keyakinan sangat diperlukan pada saat keadaan genting, seorang yang sangat berkompetenpun apabila tidak mempunyai keyakinan positif pada saat keadaan genting
  • tidak akan dapat bertahan
  • membuat keputusan yang salah
  • tidak mampu melakukan apa-apa
  • bahkan, melarikan diri pada saat keadaan darurat
Kesimpulannya, keyakinan dan kompetensi harus berjalan berbarengan. Tetapi apabila kita merindukan mendapatkan banyak kesempatan dalam hidup kita...ntah dalam karir kita atau hal-hal lainnya, maka...

  • perbesar kapasitas kita
  • tingkatkan kompetensi dalam bidang yang kita kuasai
  • lakukan yang terbaik
  • jangan puas dengan keadaan kita saat ini

Selasa, 22 Desember 2009

Subjek atau Objek???

Pribadi guru adalah pribadi yang mengagumkan. Mengapa? karena:
  1. seorang guru tidak pernah meminta imbalan apapun demi keberhasilan peserta didiknya. Saat waktu berjalan, jerih lelah seorang guru langsung sirna begitu melihat peserta didiknya bertahun-tahun lalu datang lalu menyapa "Bu/Pa, masih ingat saya?". Kening kita berkerut...mencoba mengingat-ingat. lalu kemudian, bayangan masa lalu langsung terpapar jelas dalam ingatan kita "o yah, kamu dulu yang suka bikin masalah di kelas yah?!" kemudian kita lihat, bagaimana peserta didik yang dulu kita bina telah menjadi seorang yang sukses dan berhasil...terlihat dari pakaian dan kendaraan yang ditumpanginya. Kemudian kita berpikir "tidak percuma saya didik kamu..." Kepuasaan itulah yang menjadi imbalan sejati bagi seorang guru. Pada saat peserta didik kita telah menjadi 'seseorang' guru...tetaplah guru dengan motor bututnya dan buku yang telah menguning semua halamannya tanda bahwa buku itu telah menjadi buku 'dewa' yang selalu menyertainya.
  2. Guru = digugu dan ditiru. Ini prinsip yang mutlak harus kita hadapi. mau atau tidak...kemanapun kita berada...seorang guru adalah seorang suri teladan bagi peserta didiknya. Kadang banyak peserta didik kita tidak hafal mata pelajaran apa yang kita ajarkan kepada mereka. Tetapi, mereka selalu ingat apa yang telah kita ucapkan sebagai suatu nasehat atau sebuah cerita untuk memotivasi mereka. Hal itulah yang TERTANAM dalam hati dan pikiran mereka bertahun-tahun. keteladanan melalui ucapan dan tindakanlah yang merupakan nilai yang kekal dalam pribadi peserta didik dan menyertai mereka menuju ke tangga kesuksesan.
  3. Guru tidak memandang peserta didik sebagai objek melainkan subjek. Apabila seorang guru memandang peserta didiknya sebagai objek, maka guru hanya memanfaatkan peserta didik untuk mencapai ambisi atau keinginan dari guru tersebut. Tetapi apabila guru memandang peserta didik sebagai subjek, maka guru tersebut akan terlibat dalam masalah yang dihadapi oleh peserta didik dan berusaha untuk menjadi orangtua atau teman bagi peserta didik tersebut. Guru yang tidak pernah perduli terhadap masalah yang dihadapi oleh peserta didiknya bukanlah seorang guru. Seorang guru harus dapat menguasai kelas dan memotivasi peserta didiknya agar dapat mencapai prestasi yang cemerlang. Caranya??? dengan terlibat dalam permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik yang bermasalah...berusaha membantu dan mendoakan mereka dalam setiap waktu.
Guru berkualitas bukan hanya dilihat dari lengkapnya administrasi pembelajaran yang dia miliki saja melainkan juga apakah guru tersebut dapat mengayomi dan dapat menanamkan nilai-nilai yang kekal dalam diri peserta didiknya. Sekolah unggulan memiliki guru-guru yang berkualitas bukan dilihat dari input yang diperoleh sekolah tersebut. Sekalipun input siswa baru yang diterima oleh sekolah tersebut merupakan pribadi-pribadi yang memiliki latar belakang kehidupan yang suram (mis. entah karena latar belakang keluarga atau keterbatasan daya tangkap dan pikir siswa tersebut), guru yang berkualitas sanggup mengubah siswa tersebut menjadi pribadi unggul dalam bidangnya. Mungkin secara prestasi akademis, siswa tersebut tidak menonjol tetapi pribadinya akan menjadi pribadi yang dipulihkan oleh karena...keteladanan, ketelatenan, dan kesabaran dari seorang guru yang tidak kenal lelah membina dan 'mengasuh' siswa tersebut.

Tenaga pengajar di manapun anda berada. Jadilah guru yang berkualitas. Jadilah guru yang bukan hanya mengajarkan materi pembelajaran melainkan dapat juga menanamkan nilai yang kekal dalam diri peserta didik. Sehingga bangsa kita ini akan dipenuhi dengan pribadi unggulan yang mandiri dan berkompeten dan mampu bersaing secara positif di manapun mereka ditempatkan oleh Tuhan.

Jumat, 18 Desember 2009

Perubahan Permendiknas UN 2010

Mendiknas, Mohammad Nuh, telah mengeluarkan peraturan terbaru tentang Ujian Nasional tertanggal 14 Desember 2009, yakni Permendiknas Nomor 84 Tahun 2009 tentang PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 75 TAHUN 2009 TENTANG UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

Agaknya, Mendiknas memandang penting adanya perubahan Permendikas Nomor 75 Tahun 2009 yang telah dikeluarkan Mendiknas sebelumnya, Bambang Sudibyo, setelah muncul pro-kontra tentang UN pasca-keputusan Mahkamah Agung. Berikut ini beberapa perubahan penting berdasarkan Permendiknas Nomor 84 Tahun 2009:

1. Ketentuan Pasal 5 ayat (3) diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 5
(3) UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan pada minggu keempat Maret 2010.

2. Ketentuan Pasal 10 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 10
(1) Penggandaan bahan UN SMA/MA dilakukan oleh perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Penggandaan bahan UN SMA/MA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh perguruan tinggi yang memiliki percetakan yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(3) Penggandaan bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK dilakukan oleh penyelenggara tingkat provinsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(4) Prosedur penggandaan bahan UN sebagaimana tercantum pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dalam POS UN.

3. Ketentuan Pasal 13 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 13
(1) BSNP memberikan sebagian wewenang kepada perguruan tinggi dalam:
a. pelaksanaan dan pengawasan UN SMA/MA;
b. tim pemantau independen (TPI) UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Departemen Agama, Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, dan kepala sekolah/madrasah.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai sebagian wewenang sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dalam POS UN.

4. Ketentuan Pasal 14 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 14
Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK mengikuti ujian di sekolah/madrasah penyelenggara UN sesuai ketentuan yang diatur dalam POS.

5. Ketentuan Pasal 15 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 15
(1) Pengawas ruang UN pada setiap sekolah/madrasah dilakukan oleh tim pengawas yang terdiri dari guru-guru yang mata pelajarannya sedang tidak diujikan.
(2) Pengawasan ruang UN diatur dengan sistem acak dalam satu kabupaten/kota.
(3) Guru yang mata pelajarannya sedang diujikan tidak diperbolehkan berada di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan ruang UN diatur dalam POS UN.

sumber : http://mgmpbismp.co.cc

Permendiknas tentang UN 2009/2010

Pada tanggal 13 Oktober 2009, Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas –sebelum diganti oleh Mohammad Nuh– telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010, yakni:

1. Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).
2. Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).
3. Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).
4. Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).

Secara substansial, ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009, baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. Berikut ini petikannya:

Pasal 5

1. UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan.
2. UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010.
3. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010.
4. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama.
5. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama.

Pasal 6

1. UN Ulangan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010.
2. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010.

Pasal 7

Mata pelajaran yang diujikan pada UN:

1. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi;
2. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi;
3. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Sastra Indonesia;
4. Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih;
5. Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan;
6. Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika; dan
7. Mata Pelajaran UN SMP/MTs, dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pasal 8
Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi.

Pasal 20
(1) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:

* memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
* khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

(2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebelum pelaksanaan UN.
(3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.

Ketentuan tersebut jelas mematahkan opini yang selama ini berkembang di kalangan pendidik bahwa akan terjadi perubahan mendasar tentang SKL yang diduga murni mengacu pada standar isi. Demikian juga halnya dengan kriteria kelulusan. Dugaan tentang kenaikan kriteria kelulusan ternyata juga tidak terbukti. Yang sedikit agak berbeda mungkin waktu pelaksanaan UN yang biasanya berlangsung pada bulan April. Untuk tahun 2009/2010,UN utama dilaksanakan pada bulan Maret 2010. ***

sumber : http://mgmpbismp.co.cc/2009/11/10/permendiknas-tentang-ujian-nasional-tahun-20092010/

Rabu, 16 Desember 2009

Global Warming : apa dan mengapa

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.
Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.

Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.

Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan? Alur waktu prediksi dan dampak dari perspektif sains dapat dibaca pada bagian kedua tulisan ini.

sumber : langitselatan.com

Selasa, 15 Desember 2009

Minggu, 13 Desember 2009

Tetapkan Prioritas dalam Target Hidup Kita

Rom 12:3
(3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.


Seringkali dalam hidup kita, kita memikirkan perkara-perkara yang jauh dari kehidupan kita. memang ada pepatah yang mengatakan "gantungkan cita-citamu setinggi langit" tetapi kalau mimpi kita ketinggian akhirnya itu hanya akan merupakan mimpi belaka tanpa kita dapat mencapainya. Dan kecenderungannya kalau kita mimpi ketinggian...usually we are not work on it.

Firman Tuhan pun mengatakan demikian...jangan memikirkan perkara-perkara yang lebih tinggi...tetapi kita harus berpikir begitu rupa sehingga kita dapat menguasai diri kita menurut ukuran iman kita. Artinya kapasitas kita masing-masing di hadapan Tuhan berbeda-beda, ukuran kita masing-masing Tuhan kasih berbeda-beda, bentuk berkat atau cara Tuhan memberikan berkat pun berbeda-beda jalannya kepada setiap orang.

Misalnya kalau kepada yang seorang diberikan berkat materi lebih, jangan ngiri...apalagi urusan materi. Apa yang harus kita lakukan? berpikir begitu rupa menurut ukuran iman kita. saat ini...kondisi sekarang yang Tuhan berikan kepada kita harus kita jalanin dengan sebaik mungkin. Sama seperti talenta, perintah Tuhan hanya satu menjalankan talenta yang Tuhan berikan dengan penuh tanggung jawab.

Kemudian, apabila kita baca ayat 2:
(Rom 12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Tetapkan prioritas kita dalam menetapkan target hidup kita. Apakah target yang kita buat sudah sesuai dengan kehendak Tuhan?! atau bersifat kedagingan?!
Janganlah kamu serupa dengan dunia ini...karena keinginan dunia atau target dunia bersifat keangkuhan hidup, keinginan mata, dan keinginan daging.

Jadi,
  1. lakukan yang terbaik dalam kondisi apapun yang saat ini Tuhan ijinkan dalam hidup kita.
  2. Tetapkan prioritas dalam menentukan target dalam hidup kita. Apakah sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak.

Sabtu, 12 Desember 2009

GLOW IN THE DARK

pada hari kamis, tanggal 17 Desember 2009...SMPK Rehoboth akan mengadakan perayaan natal bersama siswa dan orangtua. Acara natal kali ini bertemakan GLOW IN THE DARK mengajak seluruh hadirin untuk dapat menjadi terang di tengah-tengah dunia ini.

Acara natal kali ini dibuat agak special. Karena melibatkan guru dan peserta didik. Dalam kebaktian natal kali ini yang akan memainkan alat musik seluruhnya adalah guru SMPK Rehoboth.
Keyboard dimainkan oleh Bp.Moody
Guitar dimainkan oleh Bp.Timotius
Bass dimainkan oleh Bp.James
Drum dimainkan oleh Bp.Sandy
Yah, sekali-kali memanjakan peserta didik :)

Setelah acara natal berakhir, acara selanjutnya adalah pembagian rapor. Di mana orangtua siswa yang harus mengambil rapor. Setelah itu libur hari natal dan tahun baru. Peserta didik akan masuk kembali pada tanggal 07 Januari 2010 menjalani semester ke-2.

Pada kesempatan ini, SMPK Rehoboth mengucapkan selamat hari natal 2009 dan tahun baru 2010. BAgi siswa kelas 9, jangan keenakan libur...karena UN sudah di depan mata.
Tuhan Yesus memberkati.

Hard Work VS Work Hard

2Th 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Selama kita hidup dalam dunia ini, bekerja merupakan hal yang mutlak harus kita lakukan. Usaha atau melakukan sesuatu sehingga kita memperoleh hasil, merupakan hal yang mau tidak mau kita kerjakan. karena kalau tidak, kita tidak akan menerima apa-apa.

Nah, dalam konteks peserta didik. Belajar merupakan suatu keharusan, bila tidak maka peserta didik akan memperoleh hasil yang mengecewakan atau bahkan tidak naik kelas.
Dalam konteks pekerjaan pun sama. tidak bekerja, jangan makan demikian Firman Tuhan.

Bekerja seolah-olah merupakan kutukan bagi kita. bagaimana tidak, nenek moyang kita Adam dan Hawa dapat dengan enaknya menikmati taman Eden di mana Tuhan hadir pula di sana. tetapi, semenjak kejatuhan mereka ke dalam dosa, maka Tuhan mengucapkan kutuk terhadap tanah
Gen 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

Jadi sekarang timbul pertanyaan, apakah bekerja itu merupakan kutuk atau berkat????
Bila dikutuk, orang tidak bekerja tentu tidak akan mendapatkan apa-apa...

Bekerja merupakan berkat...mengapa??? karena yang Tuhan kutuk itu adalah tanah bukan orangnya...tanah digarap akan menghasilkan buah. Sementara Adam?! apa yang dia kerjakan sebelum jatuh dalam dosa??
(Gen 2:15)
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.


Jadi, bekerja bukanlah suatu kutukan melainkan berkat. Sekarang, bagaimana sikap kita terhadap bekerja?? ada dua pasang kata yang sangat familiar di telinga kita yaitu Hard Work Vs Work Hard
Dalam pekerjaan kita, baiklah kita melakukan segala sesuatu dengan bekerja keras (work hard) bukan keras bekerja (hard work)

apabila paham yang kita anut adalah hard work, maka tidak ada sukacita dalam apa yang kita kerjakan...segala yang kita kerjakan adalah susah. Tetapi bekerja keras harus...karena bekerja keras berhubungan dengan ketekunan. Tidak lagi menganggap susah dalam bekerja tetapi tekun bekerja. Sehingga bekerja itu merupakan suatu kenikmatan.

Oleh karena itu, marilah mengusahakan segala sesuatu dengan bekerja keras bukan keras bekerja :)

Selasa, 08 Desember 2009

Desa Itu Akhirnya Tenggelam Akibat Pemanasan Global



Selasa, 8 Desember 2009 | 19:31 WIB

KHUN SAMUTCHINE, KOMPAS.com - Satu kuil Buddha yang dikelilingi oleh air adalah sisa terakhir dari satu desa yang sirna ditelan laut di Thailand, pemandangan tragis yang kembali terulang di seluruh Asia dan dunia.

Sebanyak 60 keluarga dipaksa pergi dari perkampungan nelayan yang dulu sangat indah, Khun Samutchine, saat laut - yang menjadi andalan hidup warga setempat - merambah ke daratan sampai lebih dari 20 meter setiap tahun.

"Saya tinggal di tanah orang lain, saya tak dapat meninggalkan desa karena saya sangat miskin," kata Noo Wisuksin (71), sambil menunjuk kei air yang pernah menjadi lokasi rumahnya beberapa dasawarsa lalu.

Ia adalah seorang dari 25 juta orang, yang terancam di delta sungai Chao Phraya, sungai luas di Thailand. Delta itu tenggelam karena terbendungnya aliran sungai dan dibersihkannya hutan bakau, saat perubahan iklim menaikkan permukaan air laut.

Dalam 30 tahun belakangan, air laut di Khun Samutchine telah menelan lebih dari satu kilometer lahan dan Noo telah memindahkan rumahnya ke belakang sebanyak delapan kali guna menghindari gelombang yang naik.

Di dekatnya terletak kuil Khun Samut, yang nyaris ditinggalkan, tenggelam di laut dan hanya dapat dimasuki melalui jalan yang terbuat dari beton. Satu jalur tiang listrik muncul ke permukaan air, terhampar di situ-situ saja.

Pembuatan bendungan di daerah hulu di sepanjang sungai tersebut yang mengalir ke Teluk Thailand telah mencegah endapan, sehingga mengganggu keseimbangan akibat kekuatan erosi air laut, demikian dilaporankan kantor berita Prancis, AFP.

"Pembersihan hutan bakau yang tumbuh lamban untuk pembuatan lahan udang dan garam telah mempercepat kerusakan," katanya.

Lebih jauh ke pantai, desa Kok Karm dengan susah-payah berhasil mengubah arus untuk saat ini dengan menggunakan bahan tradisional yang murah.

Warga Vorapol Dounglomchan tampil dengan rancangan yang memanfaatkan batang bambu untuk menciptakan penghalang yang memerangkap endapan dari air laut dan menghentikan endapan lumpur dihanyutkan gelombang.

"Manfaat bambu ialah kami menaruh bahan alamiah ke alam," kata Narin Boonruam, sekretaris perhimpunan nelayan provinsi.

Tetapi bambu tersebut takkan banyak bemanfaat jika permukaan air laut naik lebih jauh lagi. Satu studi baru-baru ini yang disiarkan di jurnal ilmiah Nature menetapkan delta itu di dalam kategori risiko tinggi.

"Jika kami tidak memasang perlindungan apa pun terhadap erosi pantai, lebih dari separuh provinsi Bangkok akan sirna," kata Panada Tedsiri, penyelenggara Thai Community Foundation, satu organisasi non-pemerintah.

Saat para pemimpin dunia mempersiapkan pertemuan perubahan iklim, para pegiat mengatakan politisi perlu menangani cara menanggulangi erosi juga karena hal itu mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia.

"Itu adalah bencana yang merayap. Setiap hari, erosi memiliki dampak yang tak terlihat pada banyak orang," kata Tara Buakamsri, manager aksi bagi Greenpeace Asia Tenggara."Itu melipatgandakan, bukan hanya erosi, tapi juga perubahan iklim," katanya.

Di Malaysia, para pejabat mengatakan hampir 30 persen garis pantai menderita akibat erosi melalui pertumbuhan penduduk, urbanisasi, produksi gas dan minyak, dan perkembangan pariwisata.

Di India, sebanyak 1.500 kilometer atau 26 persen garis pantai utama menghadapi erosi serius dan dengan aktif berkurang, demikian dikatakan Bank Pembangunan Asia.

Negara bagian wisata Goa telah mendirikan penghalang yang ramah di sepanjang dua hambaran pantai putihnya, tapi majelis lokal awal 2009 mendengar, lebih dari 10 persen garis pantai jatuh ke dalam laut.

Bangladesh, yang berada di dataran rendah, akan menjadi salah satu negara yang paling parah mengalami pukulan akibat perubahan iklim.

Panel Antar-Pemerintah PBB mengenai Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, naiknya permukaan air laut akan melahap 17 persen seluruh lahan di Bangladesh paling lambat 2050, sehingga sedikitnya 20 juta dari 144 juta warganya kehilangan tempat tinggal.

"Di Vietnam, kenaikan permukaan air laut satu meter hingga 2100 akan mempengaruhi 10 persen penduduk, lebih dari sembilan juta orang, dan hampir 38 persen lahan di Delt Sungai Mekong, tempat penghasil beras," demikian data di dokumen pembahasan PBB yang disiarkan awal Desember.

Pemerintah Australia memperingatkan, pada November kenaikan permukaan air laut merendam 250.000 rumah paling lambat pada 2100, dan bandar udara, rumah sakit serta stasiun pembangkit listrik juga terancam.

Greenpeace mengatakan bekerja sama dengan masyarakat untuk menemukan rencana aksi lokal - seperti pohon bambu di Thailand - untuk menanggulangi erosi.

Namun, Greenpeace menambahkan pertemuan puncak Kopenhagen juga mesti mempertimbangkan masalah itu.

"Pertemuan puncak Kopenhagen harus tampil dengan kesepakatan yang adil dan sangat kuat dalam menangani masalah ini serta meliputi berbagai keadaan seperti erosi," kata pegiat Greenpeace.

sumber : kompas.com

Pemutaran Film



Seabis ujian, biasa yang namanya anak2 pengen nyantai. Nah, SMPK akhirnya mengadakan pemutaran film. Ga tanggung2 dua sekaligus !!!
Yang pertama judulnya UP. Ada yang unik pas nonton film ini, soalnya kita nonton bersama adik kelas dari TKK Rehoboth. Hehehe lucu2 yah and imut2.
Film ini bercerita tentang kita harus mengejar mimpi kita. inget yusuf?? yang dapet mimpi. Trus, karena dia takut akan Tuhan maka mimpinya itu jadi kenyataan.
Trus, film yang kedua judulnya 2012
Nah, pasti sudah tau film ini kan?! intinya hidup kita ga ada yang tau kapan...trus kalo Tuhan punya rencana, maka kita mau kabur kemana ajah ga bisa...

Pada intinya, semua anak2 puas dengan pemutaran film tadi...semingguan kan mereka mlototin buku terus...nah tadi puas mlototin film terus...

GBU yah