REPUBLIKA.CO.ID,SAO PAULO--Seorang siswa berusia 10 tahun, Kamis, bunuh diri di pinggiran kota Sao Paulo setelah menembak gurunya yang tengah mengajar di kelas, kata Walikota Sao Caetano do Sul. Pihak berwenang mengatakan si anak memasuki ruang kelas, tempat di mana 25 siswa yang lain tengah belajar, dan menembak gurunya, Rosileide Queiros de Oliveira (38). Nyawa sang guru dapat diselamatkan kemudian.
Setelah menembak gurunya, bocah itu kemudian meninggalkan ruangan dan menembak dirinya sendiri di kepalanya.Anak laki-laki itu, yang tidak diidentifikasi, tidak segera tewas setelah bunuh diri dan mengalami dua kali serangan jantung sebelum tewas.
Sementara itu guru itu tertembak di bagian belakang kaki dan tetap dalam kondisi stabil. Peristiwa penembakan sekolah yang paling dramatis baru-baru ini terjadi pada bulan April di Rio de Janeiro, ketika seorang pria bersenjata berusia 23 tahun --yang merupakan mantan murid-- menembak mati 12 anak-anak berusia antara 10 dan 15 tahun.
Dua insiden serupa terjadi bulan lalu. Di timur laut Alagoas, ketika seorang pria membunuh seorang penjaga gawang dan mahasiswa saat ia mengejar orang lain dalam sebuah kasus yang mungkin terkait dengan perdagangan narkoba. Dan di negara bagian Mato Grosso, yang mana terjadi peristiwa penembakan di lapangan atletik sekolah, meskipun tidak ada korban jiwa.
sumber :
http://id.berita.yahoo.com/bocah-10-tahun-bunuh-diri-setelah-tembak-guru-123317251.html
NEW YORK, (PRLM).- Gelombang panas melanda kawasan tengah dan timur Amerika Serikat dan Kanada dengan suhu udara mencapai 37 derajat celcius. Setidaknya 22 orang meninggal dunia akibat gelombang panas tersebut.
Layanan cuaca AS, seperti dikutip BBC, Jumat (22/7), memperingatkan kelembaban dan panas di kawasan timur hari Jumat (22/7) berada di level bahaya dan suhu tidak akan turun setidaknya hingga hari Minggu.
Eli Jacks, pakar cuaca di AS, mengatakan tekanan tinggi di atmosfir belum menunjukkan tanda-tanda mereda. "Ketika udara mendekat ke permukaan bumi, udara tersebut makin padat dan hangat. Udara juga makin kering, jadi tidak banyak terbentuk awan yang bisa menghalangi matahari," kata Jacks kepada BBC.
Ia menambahkan kombinasi tingginya panas dan kelembaban membuat tubuh sulit untuk mendapatkan suhu ideal karena keringat tidak bisa kering secara efektif.
Petugas prakiraan cuaca mengatakan suhu udara di New York mencapai 38 derajat celcius, memecahkan rekor hari terpanas sejak 1936.
Sementara, perusahaan listrik Con Edison mengatakan mungkin terjadi pemadaman listrik di beberapa bagian di New York dalam beberapa hari ke depan akibat lonjakan pemakaian pendingin udara.
Ketika panas mencapai puncaknya di pantai timur para pejabat memperingatkan korban meninggal diperkirakan akan bertambah.
Tiga belas orang meninggal dunia di negara bagian Missouri dan beberapa orang tewas di negara bagian tetangga Oklahoma termasuk anak berusia tiga tahun. Di kota Hutchinson, Kansas, tiga warga usia lanjut meninggal dunia.
Sejumlah kota mendirikan tempat-tempat khusus yang dilengkapi pendingin udara untuk kalangan miskin dan warga usia lanjut.
Para pejabat di Philadelphia mengerahkan para petugas yang menyediakan air minum gratis untuk warga yang kehausan.
Gelombang panas yang mematikan ini juga berdampak terhadap ternak dan tanaman pangan. Ayam kalkun dilaporkan banyak yang mati akibat cuaca ini. Di Minnesota tingkat kematian ternak mencapai angka tertinggi dalam tiga dasawarsa, kata koran Minneapolis Star Tribune. (bbc/das)***
Sumber :
http://m.pikiran-rakyat.com/node/152830
Layanan cuaca AS, seperti dikutip BBC, Jumat (22/7), memperingatkan kelembaban dan panas di kawasan timur hari Jumat (22/7) berada di level bahaya dan suhu tidak akan turun setidaknya hingga hari Minggu.
Eli Jacks, pakar cuaca di AS, mengatakan tekanan tinggi di atmosfir belum menunjukkan tanda-tanda mereda. "Ketika udara mendekat ke permukaan bumi, udara tersebut makin padat dan hangat. Udara juga makin kering, jadi tidak banyak terbentuk awan yang bisa menghalangi matahari," kata Jacks kepada BBC.
Ia menambahkan kombinasi tingginya panas dan kelembaban membuat tubuh sulit untuk mendapatkan suhu ideal karena keringat tidak bisa kering secara efektif.
Petugas prakiraan cuaca mengatakan suhu udara di New York mencapai 38 derajat celcius, memecahkan rekor hari terpanas sejak 1936.
Sementara, perusahaan listrik Con Edison mengatakan mungkin terjadi pemadaman listrik di beberapa bagian di New York dalam beberapa hari ke depan akibat lonjakan pemakaian pendingin udara.
Ketika panas mencapai puncaknya di pantai timur para pejabat memperingatkan korban meninggal diperkirakan akan bertambah.
Tiga belas orang meninggal dunia di negara bagian Missouri dan beberapa orang tewas di negara bagian tetangga Oklahoma termasuk anak berusia tiga tahun. Di kota Hutchinson, Kansas, tiga warga usia lanjut meninggal dunia.
Sejumlah kota mendirikan tempat-tempat khusus yang dilengkapi pendingin udara untuk kalangan miskin dan warga usia lanjut.
Para pejabat di Philadelphia mengerahkan para petugas yang menyediakan air minum gratis untuk warga yang kehausan.
Gelombang panas yang mematikan ini juga berdampak terhadap ternak dan tanaman pangan. Ayam kalkun dilaporkan banyak yang mati akibat cuaca ini. Di Minnesota tingkat kematian ternak mencapai angka tertinggi dalam tiga dasawarsa, kata koran Minneapolis Star Tribune. (bbc/das)***
Sumber :
http://m.pikiran-rakyat.com/node/152830



