Meraih Prestasi Melalui Kristus
Tetapi, melalui Kristus prestasi yang kita dapat bukan hanya tercapainya target tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita prestasi demi prestasi yang melampaui target kita.
Target yang terbaik dari yang terbaik yang akan kita dapatkan kalau kita dapat meraihnya melalui Kristus!
Senin, 17 Mei 2010
Unpad Tolak Siswa Yang Ikut UN Ulangan
Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia menyatakan Unpad tak akan menerima siswa yang ikut UN ulangan. Hal itu disampaikan Ganjar di sela-sela Diskusi Dialog Publik Perlindungan Dasar Bagi Moda Transportasi dan Pengguna Jalan Lainnya di Aula Gedung Rektorat Lantai IV, Jalan Dipatiukur, Senin (15/6/2009).
Menurutnya, siswa yang mengikuti UN ulangan memiliki potensi besar untuk melakukan kecurangan di kemudian hari. "Tentu sangat mengerikan, kalau anak yang sudah melakukan kecurangan di usia dini diterima di perguruan tinggi negeri, kita tidak mau memiliki bibit penipu," tegasnya.
Meski demikian, Ganjar mengaku tetap akan menerima penjelasan dari Disdik Jabar soal UN ulangan tersebut. Jika ternyata UN ulangan itu digelar karena kesalahan administrasi, seperti lembar jawaban yang tak terbaca oleh mesin, Unpad akan mempertimbangkannya. "Kalau persoalan administrasi, mungkin kami masih bisa terima," katanya.
Namun, lanjut Ganjar, jika UN ulangan itu dilakukan karena adanya indikasi kecurangan yang dilakukan para siswa, Unpad tak akan ambil risiko untuk menerima siswa yang ikut UN ulangan.
Ketika ditanya apakah penolakan terhadap siswa yang ikut UN ulangan ini merupakan kebijakan nasional, Ganjar menyatakan keputusan ini hanyalah kebijakan Unpad. "Terserah lah PTN lain mau menerima atau tidak, yang jelas Unpad tak akan menerima jika UN ulangan terjadi karena adanya kecurangan," tandasnya.
Setidaknya ada 33 sekolah di Indonesia yang melakukan UN ulangan, dua di antaranya berada di Cimahi yaitu SMA Pasundan 2 dan SMA 6 Cimahi. Untuk di Bandung, tak ada sekolah yang menggelar UN ulangan.
Sumber : http://bandung.detik.com/read/2009/06/15/111619/1147912/486/unpad-tolak-siswa-yang-ikut-un-ulangan
Minggu, 16 Mei 2010
Penemuan Bahtera Nuh Diragukan
http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=660:penemuan-bahtera-nuh-diragukan&catid=50:internasional&Itemid=75
Jumat, 14 Mei 2010
Bagaimana meningkatkan efektifitas kita dalam belajar?
- 1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.dikutip dari : http://sidikpurnomo.net/tip-dan-trik-belajar-fisika.html
Rukan Jadi Tempat Ibadat, Warga Karasak Pasang Spanduk Protes
Bandung, mendatangi sebuah rukan yang sedang direnovasi di Jalan Soekarno Hatta
No.405, Jumat (7/5/2010). Bangunan tersebut diduga dijadikan gereja tapi tak berizin.
Sebelum direncanakan pindah di rukan tersebut, aktivitas kegerejaan sebenarnya sudah dilakukan sejak 20 tahun lalu di dua rumah di RW 06. Namun, sebagian warga muslim di lingkungan tersebut merasa keberatan dengan adanya aktivitas itu karena tidak memiliki izin peruntukkannya.
Perwakilan warga, Yosep Solehudin mengatakan, selama aktivitas itu berlangsung pihak tempat ibadat tidak berusaha memproses izin bangunan yang dimanfaat untuk kegiatan
ibadat.
"Jelas kami menolak segala aktivitas kegerejaan di lingkungan kami. Apalagi ini
merupakan gereja tanpa izin," jelas Yosep ditemui lokasi.
Menurut Yosep, warga setempat tetap keukeuh agar tidak ada lagi kegiatan di seperti
itu. Yosep mengaku, segala upaya untuk menyelesaikan masalah ini sudah sering
dilakukan. Namun tidak ditemukan jalan keluar.
"Warga yang menolak memang sering bertemu dengan pihak RW, kelurahan hingga
kecamatan untuk membicarakan masalah ini. Tetapi tetap saja belum ada hasilnya.
Bahkan, saat kami meminta untuk duduk bersama dengan pihak gereja, tidak pernah
terlaksana," jelas Yosep.
Para warga yang datang kemudian memasang spanduk bernada protes ukuran 4x2 meter yang bertulis,'Mayoritas Muslim Karasak RW 06 Menolak Kegiatan Kegerejaan di Wilayah Kami'. Spanduk itu dipasang dipagar yang tertutup seng di rukan itu.
Camat Astanaanyar Asep S Gufron mengatakan, soal bangunan rukan yang juga dimanfaatkan sebagai gereja itu sedang menunggu proses izinnya keluar. Dirinya pun mengaku heran dengan protes warga tersebut.
"Memang aktivitas kegerejaan sebelumnya di dua rumah di RW 06. Namun nanti pindah di rukan yang sedang direnovasi ini. Sementara izin pemanfaatan bangunan untuk tempat ibadat sedang tahap proses. Jadi izinya belum keluar. Pihak gereja sudah menyampaikannya enam bulan lalu," ujar Asep.
Asep menuturkan, sebenarnya tidak ada masalah dalam persoalan ini. Menurutnya, warga yang merasa keberatan dan pihak gereja sudah dipertemukan. "Saat itu sudah
dimusyawarahkan. Dan tidak ada masalah di kedua belah pihak," terangnya.
Menurut Asep, pemanfaatan tempat ibadah seperti di kantor atau rumah sudah ada dalam aturannya. Dia pun tetap memegang Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No 8 dan 9 Tahun 2006.
"Diaturan itu memperbolehkan aktivitas kegerejaan dilaksanakan di rumah tinggal atau kantor, ucapnya.
Aksi protes warga berlangsung aman tanpa diwarnai tindakan anarkis. Puluhan polisi
pun berjaga-jaga di lokasi. Usai memasang spanduk, warga pun balik kanan.
(bbn/ema)
sumber : http://bandung.detik.com/read/2010/05/07/152504/1353170/486/rukan-jadi-tempat-ibadat-warga-karasak-pasang-spanduk-protes
Rabu, 28 April 2010
BENARKAH ORANG BAIK DISAYANG TUHAN SEHINGGA CEPAT TUHAN PANGGIL?
SEPAKAT
Kamis, 22 April 2010
Selasa, 13 April 2010
Gletser Pecah di Peru, Sebabkan Tsunami di Andes
Menabur Kasih Menuai Kekekalan
(20) Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
Saudara punya anak? Apa yang kita harapkan untuk anak2 kita? Tentunya yang terbaik bukan?! Kalo bisa mah juara, baik, nurut sama orang tua, cantik/kasep, pinter, yang paling penting....dapet jodoh yang sesuai dengan hati kita..menantu yang baik, bertanggung jawab. Apakah hal yang di atas yang kita harapkan? Sebagian besar atau seluruhnya pasti menjawab IYA (yang tidak menjawab IYA pasti yang belum menikah)
Tetapi tahukah saudara, bahwa jadinya anak2 kita adalah hasil dari didikan atau taburan nilai-nilai yang anak2 kita dapatkan pada sepanjang masa hidup kita. Dari kecil, remaja, sampai dewasa. Dan kita jadi seperti sekarang adalah karena didikan orangtua, didikan lingkungan kita, didikan pada saat kita menghadapi masalah. Apa yang kita dapatkan pada saat kita menghadapi masalah???? Proses berpikir. Dan proses berpikir membentuk opini diri. Inilah yang akan membentuk jati diri kita masing-masing. Demikian juga anak-anak.
Jadi, dengan kata lain...kalau kita menabur benih yang ’tepat’ maka diharapkan anak-anak kita akan menjadi bijak.
Waktu efektif kita kalau dihitung dari jam 6 pagi sampai 10 malam hanya 16 jam. Sebagian besar waktu anak-anak kita terdidik di SEKOLAH. 50% waktu anak-anak kita ada di sekolah (kalo normal)...anak dimarahin guru, diteken oleh teman-temannya,dapet nilai jelek,belon lagi sekarang teknologi makin canggih (handphone bb ”bau badan”). SEKALI LAGI, masalah yang kita hadapi membentuk opini diri yang berkembang menjadi jati diri.(cerita sekolah, ada anak materialistis, ada anak calutak, ada anak pendiam)
2Co 9:6
(6) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Taburlah banyak-banyak selagi masih ada waktu.
Jangan dulu menuai, menabur dulu banyak-banyak. Kebanyakan kita pengennya langsung menuai, makanya anak-anak kita diikutin les banyak, belon lagi sekolah sekarang sampai sore hari. Katanya sabtu libur tetapi seringkali banyak acara juga di hari sabtu.
- Kenapa seringkali bisnis ga lancar karena pengen untung cepet, baru lancar 6 bulan udah naekin harga atau porsi dikurangin, atau baru sepi pelanggan belum diusahakan promosi yang lain sudah menganggap bahwa usaha kita ga akan jalan...ganti usaha cepet-cepet. makanya sering ada yang bilang "dulu kan jualan mie, koq sekarang jualan voucher?"
- Beribadahpun kita punya sikap yang salah. Pas diminta pelayanan atau diajakin ke gereja, kita bilangnya apa? "Tuhan kalau usaha saya lancar nanti, saya pasti ke gereja" atau "Tuhan kalau hutang saya dah beres, pasti saya akan melayani Tuhan sungguh-sungguh." Ingin menuai dulu baru menabur. seharusnya, menabur dulu saudara, datang kepada Tuhan membawa diri untuk dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup dan berkenan baru kita akan menuai.
Apa yang harus kita tabur dalam hidup kita? KASIH.
1Th 3:12
(12) Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
Pesan cerita ini adalah Jadilah Takashi Kawasaki. Jadilah penabur kasih untuk saudara seiman kita, untuk keluarga kita. Belum terlambat untuk kita menabur kasih. Kalau selama ini kita menabur kebencian, kekerasan, jutek, ga pernah senyum, pemarah terhadap keluarga, teman kantor, tetangga MARI mulai saat ini, saya mengajak saudara untuk menabur KASIH. Jadilah penabur kasih di sepanjang waktu hidup kita.
Hidup di dunia
- Kita hidup dalam dunia ini sebagai pendatang.1Pe 2:11
(11) Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. - Kita hidup dalam dunia ini bukan untuk hidup nyaman dalam dunia tetapi untuk ikut menderita bersama Kristus. Karya Kristus di kayu salib itu bukan ditujukan supaya kita hanya menikmati berkat Tuhan mengalir...tanpa masalah, sakit penyakit. Karena Firman Tuhan mengatakan kita sebagai pendatang, dan apabila kita mengumpulkan harta dalam dunia ini maka pada saat Tuhan panggil apakah harta itu akan kita bawa serta???? Apakah harta kita itu akan memperkaya kita di surga???? Tidak bukan????!!!!!! Saya setuju apabila ada dari saudara mengatakan bahwa janji Tuhan untuk kita hidup berkelimpahan..saya sangat setuju. Tetapi, apakah berkelimpahan itu???? Apakah definisi berkelimpahan???? Apakah hanya berhubungan dengan harta???? Saya rasa tidak....karena saya melihat banyak anak Tuhan yang hidupnya biasa2 saja....apakah saudara berani bilang bahwa mereka kurang beriman???? Apakah saudara berani bilang kalau mereka tidak diberkati??? Tidak mengalami kelimpahan???? Tentu tidak... apa definisi berkelimpahan???? Saya percaya ada definisi yang lain selain berhubungan dengan harta atau materi. Saya percaya berkelimpahan yang dimaksud di sini adalah sekali lagi bukan hanya berhubungan dengan harta benda saja tetapi justru dalam kondisi kita yang tertekan kita akan mengalami kelimpahan dari Tuhan. Gimana caranya???? Apa yang berkelimpahan???? HATI KITA YANG BERKELIMPAHAN...berkelimpahan apa???? Syukur. INI YANG DICARI BANYAK ORANG. Yang dicari orang bukan harta, yang dicari orang adalah hati yang penuh damai, sukacita, hidup bahagia dengan keluarga, hidup damai dengan semua orang sekalipun mungkin kita hanya makan nasi dengan ikan asin saja. Mungkin kita menjadi seorang tukang becak, atau tukang bakwan tetapi kita dapat berkelimpahan kalau hati kita dipenuhi rasa syukur, damai sejahtera, sukacita yang dari Allah.
Mat 25:29
(29) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
1Th 3:12
(12) Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
2Co 9:6
(6) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Jumat, 26 Maret 2010
JANGAN MENGHAKIMI - Ps. Ronny Daud Simeon
Bagikan
Rab pukul 9:04
Kecenderungan manusia yaitu sadar atau tidak sadar mau menghakimi orang lain, dan kita tidak mau orang lain menghakimi kita. Didalam Matius 7:1-5 mengatakan: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi, dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Ada 4 hal yang tidak boleh disentuh kita yaitu:
1. Kemuliaan Tuhan. Jika Anda dipakai Tuhan lebih lagi, biarlah segala pujian dan hormat hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Jika Anda mendapat berkat, semua itu hanya karena Tuhan, dan hanya untuk Kemuliaan Tuhan saja. Jangan mencuri kemuliaanNya.
2. Persepuluhan. Itu milik Tuhan. Setialah mempersembahkan persepuluhan. Tuhan akan membuka tingkap langit, banjir berkat Tuhan.
3. Biji Mata Tuhan. Anda adalah biji mata Tuhan. Anda sungguh berharga dimataNya. Jadi tidak ada yang bisa menyentuh Anda dari tanganNya.
4. Penghakiman Tuhan. Itu sepenuhnya hak Tuhan. Begitu banyak orang menghujat para pemimpin mereka dengan tanpa etika begitu seenaknya mengatai para pemimpin.Lihatlah diri Anda terlebih dahulu, supaya Anda juga tidak menghakimi. Menilai orang lain boleh. Tetapi menghakimi sama sekali tidak boleh!
Kita akan melihat bagaimana dalam menilai seseorang yaitu:
1. Apakah kita merasa nyaman dengan menilai seseorang dan penilaian itu dikembalikan kepada kita dan kita tidak merasa nyaman, itu berarti kita sudah menghakimi orang itu. Oleh sebab itu, kita yang sudah disebut sebagai orang-orang benar didalam Tuhan, harus bertindak hati-hati didalam bertutur kata dan bersikap kepada orang lain. Ketika Anda menilai orang lain, dan jika dikembalikan kepada Anda dan Anda merasa nyaman, itu berarti bukan menghakimi, tetapi menilai.
2. Ketika memberikan penilaian, apakah kita sudah menilai dengan menimbang positif dan negatifnya? Jika cuma negatif saja, maka itu menghakimi. Menilai harus secara utuh, bukan cuma melihat kelemahan saja. Ingatlah kebaikan-kebaikan orang lain saja bukan menyoroti kekurangannya. Jangan pernah melupakan orang yang telah berjasa atau orang yang pernah melakukan hal-hal positif untuk kemajuan sesuatu. Hati-hati dengan dosa generasi adalah: a. Tidak menghormati generasi diatasnya (otoritas diatasnya) konsekwens logisnya menganggu masa depan, berkat terhalang. Contoh: menghormati ortu, pemimpin-pemimpin rohani. b. Dosa acuh tak acuh, tidak menghargai generasi berikutnya, acuh tak acuh terhadap jiwa-jiwa yang berdosa. C. Dosa tidak menyiapkan generasi berikutnya, sehingga tidak berhenti, ada tongkat estafet.
Perhatikan keseimbangan di dalam menilai seseorang, karena orang pasti ada kelebihan-kelebihannya. Ketika menilai seseorang melihat kelebihannya, puji mereka, berikan apresiasi. Jika tidak dalam keadaan keseimbangan, berarti Anda sedang menghakimi, dan Tuhan sangat tidak suka, ini sangat melukai hati Tuhan. Saat hubungan kita kurang intim dengan Tuhan, kita bisa cepat menyalahkan orang lain.
Apakah kita jatuh dalam sikap kemunafikan? Apakah Anda sudah jujur dengan diri Anda? Di dalam zaman Yesus ada 7 macam Farisi salah satunya Farisi berdarah, yang paling dibenci Tuhan, Suka bawa kitab tebal, dan berjalan lambat, memakai jubah, pakai sepatu khusus, menegakkan kepala, munafik, tidak jujur terhadap dirinya, memandang rendah orang lain. Jika kita banyak kekurangan, berhati-hatilah untuk menilai orang lain. Mudah membicarakan orang lain, kalau dikembalikan pada diri Anda, Anda bisa malu sendiri kepada Tuhan.
3. Apakah kita mengharapkan dan percaya bahwa orang lain bisa berubah lebih baik lagi? Berharaplah orang lain itu pasti bisa berubah lebih baik. Jangan pernah menaruh stempel pada seseorang. Padahal Tuhan bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik lagi. Salah satu karakteristik orang benar adalah tidak suka menghakimi. Jangan sampai jatuh kepada dosa penghakiman. Seseorang yang diubahkan, pasti bisa dewasa.
4. Apakah kita cuma menilai sikap lahiriah seseorang, tanpa melihat motivasi tersembunyi di dalam orang itu. Siapa yang tahu isi hati seseorang? Hanya Yesus.
Tahanlah mulut Anda! Jangan menghakimi orang lain. Langkah yang harus Anda ambil: Mengampuni orang-orang yang pernah Anda hakimi, siapapun dia. Akui dosa kita secara spesifik kepada Tuhan, pengampunan Tuhan akan datang. Ucapkan kerinduan Anda agar dibebaskan terhadap pengaruh penghakiman supaya tidak ada hukuman akibat penghakiman itu, selesaikan dengan bersih, detail, hancurkan kuasa penghakiman di dalam nama Yesus, usir roh penghakiman dari hidup Anda, mengambil langkah pemulihan dengan orang-orang yang pernah dihakimi. Tuhan memulihkanmu (JEA)
Rabu, 10 Maret 2010
kasus facebook lagi nih...hati2 kalo nulis sesuatu yah...
Rabu, 3 Februari 2010 | 09:52 WIB
(AP/Russel A. Daniels)
GORONTALO, KOMPAS.com - Tri Wahyu Ningsih, mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengaku keluarganya panik ketika merespons kasus pencemaran nama baik melalui jejaring pertemanan facebook, yang melibatkan namanya di media massa.
"Begitu saya diwawancarai langsung oleh salah satu televisi swasta nasional, orangtua, om, dan tante saya langsung menelepon saya dengan nada panik," kata gadis berkulit putih yang masih tercatat sebagai mahasiswa semester V, Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Fakultas Sastra dan Budaya UNG, itu di Gorontalo, Rabu (3/2/2010).
Dirinya juga tidak menyangka bahwa kasus yang menyeret namanya sebagai saksi atas laporan pencemaran nama baik seorang anggota kepolisian itu mendapat perhatian sebegitu besar dari publik.
"Saya juga sempat panik karena persoalan pribadi ini sudah telanjur diketahui orang banyak," kata dia.
Nama Ningsih mulai mencuat ketika dirinya diperiksa Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo karena laporan Brigadir Dua (Bripda) Rahmat Pongoliu, anggota polisi yang sehari-hari bertugas di Bidang Penanggulangan Narkoba Polda Gorontalo.
Rahmat merasa namanya dicemarkan, baik secara pribadi maupun sebagai anggota polisi, karena status dan komentar dalam akun Facebook milik Ningsih pada 12 Januari 2010 sekitar pukul 00.30 WITA, yang menuliskan kata-kata kasar dan kotor yang ditujukan kepada dirinya.
Namun, Ningsih bersikukuh bahwa status dan komentarnya di Facebook itu bukan dia yang menulis, melainkan dilakukan oleh Aidin Lahabu, mantan kekasihnya, karena cemburu kepada Rahmat.
"Sore hari sebelum status dan komentar itu beredar, saya memang sempat bertengkar dengan Aidin. Dia tidak terima saya putuskan," ujar Ningsih.
Adapun soal akun Facebok miliknya yang digunakan Aidin untuk mengata-ngatai Rahmat itu, lanjutnya, terjadi karena dirinya memang sudah cukup lama memberikan kata kunci untuk membuka akun tersebut.
"Saya sama sekali tidak menduga bahwa Aidin akan menggunakannya untuk hal yang tidak benar," ujar Ningsih yang juga mengklarifikasi bahwa hubungan antara dirinya dan Bripda Rahmat hanya sebatas teman biasa. Anggota polisi itu adalah kakak kelasnya ketika masih di SMA dulu.
Saat diperiksa penyidik Ditreskrim Polda Gorontalo pada Jumat (29/1/2010), Ningsih membawa serta rekannya, Etika Mega Jingga, yang turut memberikan kesaksian bahwa pelaku pencemaran nama baik itu bukan Ningsih, melainkan Aidin.
Polda Gorontalo dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah saksi dari pihak pelapor dan menyusul Aidin Lahabu sebagai calon tersangka.
"Jika benar Aidin yang melakukannya, dia akan kami kenakan pasal pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," ujar Brigadir A Djufri, penyidik Ditreskrim Polda Gorontalo, beberapa waktu lalu.
Saya sama sekali tidak menduga bahwa Aidin akan menggunakannya untuk hal yang tidak benar.
sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/02/03/0952187/Keluarga.Ningsih.Panik.akibat.Kasus.Facebook
Jumat, 05 Maret 2010
CANDU ITU BERNAMA MOTIVATOR
CANDU ITU BERNAMA MOTIVATOR
Oleh: Paulus Winarto*
“Saya mau ikut seminar motivasi biar hidup saya berubah,” ujar seorang pemuda penuh semangat saat akan berangkat menghadiri sebuah seminar motivasi yang diklaim bisa membawa terobosan hidup. Benarkah hidup akan berubah dengan mengikuti sebuah seminar? Tentu saja tidak! Sebab perubahan hidup dinilai dari hasil bukan sekedar tahu atau bersemangat sesaat.
Maksud saya begini, tiap minggu, sebagai orang beriman kita senantiasa pergi ke rumah ibadah. Mendengar khotbah atau nasihat-nasihat kehidupan yang berharga. Pada saat itu, hati kita kerap terbakar, tersentuh atau bergelora. Tapi sebulan kemudian, apa yang terjadi? Apakah perasaan itu masih ada? Apakah pengetahuan yang kita dapatkan tempo hari membuat hidup kita berubah? Belum tentu!
Sebuah event sebagus apa pun, hanya menjadi momentum awal bagi perubahan hidup. Event akan menantang kita berubah karena sebuah event bisa membuat kita tersadar mengenai pola pikir, pola perilaku atau pola tindakan yang keliru. Dan yang harus kita ingat, hanya karena kita tahu atau merasakan sesuatu, tidak berarti kita berubah.
Sebagai seorang pembicara, saya kerap melihat ada orang-orang tertentu yang dalam istilah saya seminaris atau hobinya dari seminar ke seminar. Misalnya ada yang hobi ikut seminar entrepreneurship dari beberapa tahun silam namun beberapa bulan lalu bertemu saya, masih saja ia belum memulai bisnis. Ada juga yang hobi ikut seminar motivasi tapi hidupnya tetap sama saja. Mereka ini ibarat orang yang kecanduan seminar motivasi. Ada juga yang seperti kecanduan seorang motivator. Ia senantiasa hadir dalam seminar sang motivator tersebut, meski topik yang dibahasnya sama-sama saja. Pertanyaan paling penting, apakah orang-orang seperti ini kemudian berubah hidupnya? Tidak selalu!
Perubahan membutuhkan sebuah proses penuh perjuangan plus pengorbanan. Kesediaan untuk membayar harga secara penuh dituntut dalam sebuah proses perubahan sejati. Itulah sebabnya saya sering berkata, perubahan itu sifatnya personal. Tidak ada orang lain yang bisa mengubah Anda, jika Anda tidak mau. Situasi atau kondisi, bahkan motivator kelas dunia pun hanya menjadi semacam stimulus bagi perubahan Anda. Namun, keputusan untuk berubah ada di tangan Anda.
Namun jika Anda serius ingin berubah, tanpa ikut seminar motivasi pun Anda bisa berubah. Mengapa? Keinginan serta motivasi dari dalam diri Anda (motivasi internal) selalu jauh lebih baik daripada Anda menunggu dimotivasi oleh situasi, kondisi atau motivator sekaliber apa pun.
Contonya begini, jika dokter memberitahu Anda bahwa Anda menderita kanker tertentu dan usia Anda paling maksimal hanya 2 bulan lagi, saya percaya dalam waktu dua bulan itu Anda akan melakukan hal-hal terbaik dan terpenting dalam hidup Anda. Misalnya, menjadi ayah dan ibu yang baik juga melakukan hal yang menjadi kerinduan hati Anda, seperti menulis buku. Saya pernah mendengar kisah seorang tokoh terkenal yang justru menulis buku di akhir hayatnya, dalam keadaan sakit dan terbaring di rumah sakit. Dalam waktu sekitar enam bulan terakhir hidupnya itu, ia berhasil merampungkan sebuah buku. Semua itu dilakukannya tanpa perlu hadir dalam seminar motivasi karena ia mempunyai motivasi internal yang sangat kuat!
Tolong dipahami, saya sama sekali tidak anti seminar atau motivator. Sama sekali tidak! Bagaimana mungkin saya anti hal tersebut? Saya sendiri sejak tahun 2002 menulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Saya memperdalam ilmu pengembangan diri dan kepemimpinan dari guru kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell. Artinya ilmu tersebut menarik bagi saya dan akan betul-betul berguna jika dipraktekkan secara konsisten. Saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai motivator! Publik yang memberikan sebutan itu. Baik secara lisan, lewat plakat atau pun sertifikat tanda terima kasih karena saya telah berbicara di sebuah institusi atau lembaga.
John C. Maxwell sendiri mengatakan ada 2 macam motivator. Yang pertama adalah motivational speaker. Ia mampu membakar semangat Anda sehingga pada saat seminar Anda merasa harus membuat komitmen ini - itu namun keesokan harinya Anda bingung sendiri dan tidak tahu apa yang harus Anda lakukan agar hidup Anda berubah. Yang kedua adalah motivational teacher. Ibarat seorang guru handal, ia tidak hanya menyemangati Anda tapi juga mengajarkan cara-cara bagaimana Anda mencapai impian atau merubah hidup Anda. Ia ibarat seorang tour guide handal. Beruntunglah Anda jika Anda menjumpai atau dibimbing oleh orang semacam ini sebab ia memberikan Anda peta jalan di saat Anda penuh gairah untuk menempuh perjalanan sukses Anda. Peta jalan itu sangat penting agar Anda tidak tersesat.
Saya juga amat prihatin karena beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan orang yang berani menyebut diri mereka sebagai motivator. Dipajang dengan keren di kartu nama, dsb. Ini memang menarik namun dilema. Menarik karena kehadiran para motivator terkadang bisa membawa angin segar untuk memulai perubahan. Dilema karena banyak di antara motivator yang sebenarnya hanya jago omong. Mereka ibarat travel agent, bukan tour guide. Travel agent memberikan Anda tiket dan menjelaskan paket wisata yang Anda beli namun belum tentu ia pernah ke tempat-tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Kalau tour guide, ia pasti pernah ke sana dan ia tahu jalan menuju sana dan ia bersedia membimbing Anda menuju ke sana.
Lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit yang menjadi motivator hanya karena tergiur dengan besarnya tarif bicara para motivator alias speaking fee. “Menjadi motivator adalah panggilan hidup, bukan profesi,” ujar seorang teman motivator yang aktif dalam pelayanan sosial. Ia sering tampil memberikan motivasi tanpa dibayar satu rupiah pun, bahkan kerap kali ia harus menanggung sendiri semua biaya transportasi dan akomodasi. Salut!
Sekarang, semuanya terpulang kepada Anda. Berubah karena memiliki motivasi internal yang kuat ataukah harus menunggu bertemu seorang motivator?
* Paulus Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa. Sejumlah bukunya masuk dalam kategori best seller (al: First Step to be An Entrepreneur, Reach Your Maximum Potential, Be Strong, Melejit di Usia Muda dan The Power of HOPE). Ia banyak menimba ilmu kepemimpinan dari guru kepemimpinan internasional, Dr. John C Maxwell. Guru marketing Hermawan Kartajaya menjuluki Paulus sebagai “manusia kompleks”. Paulus dapat dihubungi melalui e-mail: pwinarto@cbn.net.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau www.pauluswinarto.com.
Senin, 01 Maret 2010
Hachiko Monogatari - Kesetiaan seekor anjing
Submitted by admin01 on 13 October, 2009 - 23:38.
Editted by admin01 on 13 October, 2009 - 23:40.
* Anjing
* Hachiko
* Kesetiaan
Source:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2571361
Hachiko MonogatariDi Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.
Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.
Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.
Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.
Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."
"Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!"
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.
Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.
Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.
Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
Salam,
Tim DakiUnta.Com







































